MAKASSAR,BUKAMATA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa mulai 1 Februari 2025. Penyesuaian harga ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi di beberapa wilayah:
Pertamax
- Bali, NTB, NTT: Rp12.900/liter (dari Rp12.500)
- Kaltim, Kalut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya: Rp13.200/liter (dari Rp12.800)
- Kalsel: Rp13.500/liter (dari Rp13.050)
Pertamax Turbo
- Bali, NTB, NTT: Rp14.000/liter (dari Rp13.700)
- Kaltim, Kalut, Sulut, Sulteng, Gorontalo, Sultra, Sulsel, Sulbar, Papua: Rp14.350/liter (dari Rp14.000)
- Kalsel: Rp14.650/liter (dari Rp14.000)
Pertamax Green 95
- Bali, NTB, NTT: Rp13.700/liter (dari Rp13.400)
Dexlite
- Bali, NTB, NTT: Rp14.800/liter (dari Rp13.600)
- Kaltim, Kalut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Maluku, Papua: Rp14.950/liter (dari Rp13.900)
- Kalsel: Rp15.250/liter (dari Rp14.200)
Pertamina Dex
- Bali, NTB, NTT: Rp14.800/liter (dari Rp13.900)
- Kaltim, Kalut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar: Rp15.150/liter (dari Rp14.200)
- Kalsel: Rp15.450/liter (dari Rp14.500)
Solar Nonsubsidi
- NTB: Rp14.500/liter (dari Rp13.500)
Harga BBM Subsidi Tetap
Harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan, yaitu:
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Biosolar: Rp6.800/liter
Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan untuk menyesuaikan harga dasar yang dihitung berdasarkan pergerakan harga minyak dunia dan kurs rupiah.