Redaksi
Redaksi

Rabu, 29 Januari 2025 10:25

Donald Trump Akui Microsoft Berminat Akuisisi TikTok

Donald Trump Akui Microsoft Berminat Akuisisi TikTok

Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi Tiktok

BUKAMATA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi aplikasi media sosial populer, TikTok.

Saat ditanya oleh wartawan, Trump menjawab, “Saya akan mengatakan iya,” kata Trump dikutip dalam laporan BBC, Rabu (29/1/2025). Dia juga menambahkan bahwa ada minat besar terhadap pembelian TikTok dari sejumlah perusahaan.

Trump menyatakan harapannya agar terjadi "perang penawaran" di antara perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk membeli TikTok.

TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, memiliki sekitar 170 juta pengguna di Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 19 Januari, undang-undang yang mewajibkan ByteDance untuk menjual TikTok atau menghadapi larangan di AS mulai berlaku, menyebabkan aplikasi tersebut sempat terhenti sementara. Namun, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda penerapan undang-undang tersebut selama 75 hari.

Selain Microsoft, beberapa pihak lain juga menunjukkan minat untuk mengakuisisi TikTok, termasuk Oracle, grup yang dipimpin oleh Frank McCourt, dan YouTuber terkenal Jimmy Donaldson, yang dikenal sebagai MrBeast. Trump menekankan bahwa ByteDance harus menjual setidaknya 50% saham TikTok kepada mitra Amerika untuk menghindari larangan operasional di AS.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Microsoft pernah mencoba mengakuisisi TikTok di bawah pemerintahan Trump, namun negosiasi tersebut tidak berhasil. Kini, dengan meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data dan potensi pengawasan oleh pemerintah China melalui TikTok, pemerintah AS menekan ByteDance untuk menjual operasional TikTok di Amerika Serikat kepada perusahaan lokal.

Perkembangan ini mencerminkan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai keamanan nasional dan pengaruh asing dalam platform media sosial yang populer di kalangan masyarakat Amerika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer