Redaksi : Rabu, 29 Januari 2025 12:43

BUKAMATA - Perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, telah mencuri perhatian dunia dengan peluncuran model AI terbarunya yang diklaim lebih efisien dan hemat biaya dibandingkan dengan teknologi serupa dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia dan OpenAI.

DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1, dua model AI andalan DeepSeek, dikembangkan dengan menggunakan chip H800 Nvidia yang lebih terjangkau, memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan AI dengan biaya yang jauh lebih rendah. Menurut laporan, biaya penggunaan DeepSeek-R1 bisa 20 hingga 50 kali lebih murah dibandingkan dengan model AI lainnya.

Keunggulan ini telah menyebabkan dampak signifikan di pasar saham. Pada 27 Januari 2025, kapitalisasi pasar Nvidia mengalami penurunan sebesar $593 miliar, mencatatkan kerugian harian terbesar dalam sejarah Wall Street. Saham perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Microsoft dan Alphabet, juga mengalami penurunan yang signifikan.

Kehadiran DeepSeek menandai tantangan serius bagi dominasi perusahaan teknologi AS dalam industri AI. Dengan teknologi yang lebih efisien dan biaya yang lebih rendah, DeepSeek berpotensi mengubah lanskap persaingan global dalam bidang kecerdasan buatan.

Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, sebelumnya dikenal sebagai pendiri High-Flyer, sebuah dana lindung nilai kuantitatif. Liang mendirikan DeepSeek dengan tujuan mengembangkan kecerdasan buatan yang efisien dan terjangkau, yang kini telah terbukti dengan suksesnya peluncuran model AI mereka.

Inovasi DeepSeek ini menjadi peringatan bagi industri teknologi global bahwa kemajuan dalam AI tidak selalu memerlukan investasi besar.

Namun, Popularitas startup artificial intelligence asal China, DeepSeek, mengusik Microsoft dan OpenAI.

Microsoft dan OpenAi sedang menyelidiki apakah kelompok yang terkait DeepSeek memperoleh data OpenAi secara tidak sah.

Bloomberg News melaporkan pada Selasa, peneliti keamanan Microsoft pada musim gugur mengamati individu yang mereka yakini mungkin terkait dengan DeepSeek yang mengekstraksi sejumlah besar data menggunakan antarmuka pemrograman aplikasi (API) OpenAI, kata laporan yang dikutip Reuters tersebut.

 

TAG

BERITA TERKAIT