Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang: Langkah Tegas Prabowo untuk Nelayan
Sebanyak 600 prajurit TNI AL dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan dari masyarakat setempat. Pembongkaran pagar berbahan bambu ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membuka akses alur untuk nelayan agar dapat kembali beraktivitas mencari tangkapan
TANGERANG, BUKAMATANEWS — Sebuah langkah tegas diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dengan memerintahkan pembongkaran pagar laut yang menghalangi aktivitas nelayan di perairan Tanjung Pasir, Tangerang, Banten. Komando langsung Presiden ini diteruskan oleh Kepala Staf Angkatan Laut dan dieksekusi oleh TNI Angkatan Laut (AL).

“Perintah ini langsung dari Presiden melalui Kepala Staf Angkatan Laut untuk segera membuka akses nelayan yang sempat terhambat,” ujar Brigadir Jenderal (Mar) Harry Indarto, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta, di lokasi pembongkaran.
Sebanyak 600 prajurit TNI AL dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan dari masyarakat setempat. Pembongkaran pagar berbahan bambu ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membuka akses alur untuk nelayan agar dapat kembali beraktivitas mencari tangkapan. Langkah awal ini dipandang krusial untuk memulihkan kesejahteraan nelayan yang terganggu akibat adanya pagar laut.
“Tujuan utama adalah membuka jalur akses bagi nelayan agar mereka dapat kembali keluar-masuk dan melanjutkan aktivitas mencari ikan,” tambah Harry.
Pagar laut sepanjang lebih dari 30 kilometer tersebut sebelumnya telah disegel oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 9 Januari 2024. KKP memberikan ultimatum kepada pihak yang memasang pagar untuk segera membongkarnya dalam waktu 20 hari. Pagar yang dipasang tanpa izin ini dinilai tidak hanya menghambat aktivitas nelayan, tetapi juga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem pesisir.
Pembongkaran ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan para nelayan, yang selama ini merasa aktivitas mereka terganggu. Dengan terbukanya akses laut, mereka berharap dapat kembali melaut tanpa halangan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi hak-hak nelayan dan menjaga ekosistem pesisir. Operasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penegakan aturan di wilayah laut demi kesejahteraan bersama.
News Feed
Berita Populer
21 Juni 2026 09:21
21 Juni 2026 09:12
21 Juni 2026 09:34
