JAKARTA, BUKAMATA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat, kasus meninggal dunia petugas adhoc kepemiluan pada Pilkada Serentak 2024 menurun. Dalam catatan Kemendagri, sebanyak 28 penyelenggara adhoc kepemiluan meninggal karena kelelahan dan penyakit bawaan.
"Dalam catatan, ada penyelenggara pemilu yang meninggal, dalam catatan kami ada 28 orang. Kebanyakan kelelahan dan penyakit bawaan," kata Wamendagri Bima Arya dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 12 Desember 2024.
Ia berharap, kejadian petugas adhoc kepemiluan meninggal dunia tidak terjadi lagi ke depannya. "Ini menjadi catatan agar tidak ada lagi penyelenggara pemilu meninggal saat bertugas kedepannya," ujarnya.
Menurutnya, Pilkada 2024 yang berlangsung dengan baik ini tidak lepas kerja sama banyak pihak. Baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, KPU, Bawaslu, serta stakeholder terkait.
"Pilkada serentak pertama kali dengan melibatkan banyak pihak. Makanya, kita bisa melakukan dengan baik," ujarnya.
Ia mengatakan, gangguan keamanan Pilkada Serentak 2024 terjadi di tujuh provinsi di Indonesia. Total gangguan Pilkada Serentak 2024 mencapai 34 peristiwa.
"Provinsi Papua Tengah 19 peristiwa di lima Kabupaten, Papua Pegunungan delapan peristiwa di lima Kabupaten. Provinsi Papua dua peristiwa di dua Kabupaten, Provinsi Papua Barat Daya dua peristiwa di satu Kabupaten," ungkapnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kemendagri Nobatkan Kota Makassar Terbaik I Creative Financing, Dapat Insentif Rp3 Miliar
-
Wabup Puspawati Harap Dukungan Pemerintah Pusat dalam Forum Reboan
-
Kemendagri Ambil Alih Pengawalan Proyek Strategis PSEL di Daerah
-
Perkuat Tata Kelola Daerah, Tasming Hamid Konsultasi Strategis dengan Wamendagri
-
Di Hari Otda 2026, Kota Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik