Redaksi : Kamis, 05 Desember 2024 14:54

BUKAMATANEWSPresiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, membuat langkah besar dengan menerima pengunduran diri Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun dan menunjuk Choi Byung-hyuk, Duta Besar Korea Selatan untuk Arab Saudi, sebagai penggantinya. Penunjukan ini diumumkan pada Kamis (5/12) di tengah tekanan politik akibat deklarasi hukum darurat yang kontroversial.

Choi Byung-hyuk, yang juga mantan jenderal angkatan darat, dipuji oleh Kepala Staf Presiden, Chung Jin-suk, sebagai “sosok berprinsip yang berdedikasi dan patuh terhadap peraturan.” Langkah ini menandai awal perubahan signifikan dalam pemerintahan Yoon setelah badai kritik yang meluas.

Kontroversi bermula ketika Kim Yong-hyun dilaporkan menyarankan Presiden Yoon untuk memberlakukan hukum darurat pada Selasa. Keputusan ini segera mendapat penolakan dari parlemen, yang mengadakan pemungutan suara mendesak untuk mencabutnya. Di bawah tekanan, Yoon mencabut deklarasi hukum darurat pada Rabu dini hari, tetapi langkah tersebut telah memicu ketegangan politik dan diplomatik.

Pada Kamis pagi, parlemen mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon atas kegagalan dalam upaya memberlakukan hukum darurat. Partai oposisi utama, Partai Demokrat, menyebut tindakan ini sebagai "pengkhianatan terhadap negara." Pemungutan suara terkait mosi ini dapat dilakukan secepatnya pada Jumat.

Namun, partai pendukung Yoon berjanji akan menentang mosi tersebut, sehingga proses pemakzulan masih diragukan. “Kami siap menghadapi mosi ini. Presiden Yoon tetap memiliki dukungan kuat dari partai kami,” ujar salah satu perwakilan partai pendukung, dilansir CNBC.com

Gejolak ini juga mendapat perhatian dari dunia internasional. Pejabat Amerika Serikat mengaku terkejut dengan langkah Presiden Yoon. Deputi Menteri Luar Negeri AS, Kurt Campbell, bahkan menyebut deklarasi hukum darurat tersebut sebagai tindakan yang "sangat salah perhitungan."

Penunjukan Choi Byung-hyuk diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan stabilitas politik di Korea Selatan. Namun, semua mata kini tertuju pada parlemen dan bagaimana masa depan kepemimpinan Presiden Yoon akan berkembang.