BUKAMATANEWS - Seorang pejabat tinggi Ukraina memulai kunjungan ke Amerika Serikat untuk menjalin hubungan dengan pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump, yang telah berjanji untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina setelah menjabat. Media Ukraina mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri negara tersebut pada Rabu (4/12/2024)
Kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, telah berada di AS, kata Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha kepada wartawan di Brussel, seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax Ukraina.
"Kontak di tingkat kepala kantor presiden ini sangat penting untuk membangun, antara lain, hubungan dengan perwakilan pemerintahan baru," kata Sybiha seperti dikutip oleh Interfax Ukraina.
Sejauh ini, Trump belum memberikan rincian tentang rencananya untuk menghentikan invasi yang telah berlangsung selama 33 bulan tersebut. Namun, tiga rencana yang diajukan oleh orang-orang di sekitarnya semuanya mencakup penangguhan prospek keanggotaan Ukraina di NATO, sesuatu yang telah lama diidamkan oleh Kyiv.
Penasihat Trump juga telah mengusulkan rencana yang mencakup konsesi teritorial besar kepada Moskow, yang saat ini menduduki seperenam wilayah Ukraina.
BERITA TERKAIT
-
Ketika Kekuatan Tak Lagi Cukup: Donald Trump Hadapi Realitas Baru Politik Global
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Serangan AS–Israel ke Iran Tewaskan Lebih dari 1.300 Warga, Ribuan Bangunan Sipil Rusak
-
Trump Siap Perpanjang Operasi “Epic Fury”, Sinyal Konflik AS-Iran Bisa Meluas
-
Iran Klaim Tewaskan Ratusan Tentara AS-Israel, Washington Bantah: Ketegangan Militer Kian Memanas