Nelayan Tenggelam di Muara Salodong, Tim SAR Temukan Korban Meninggal Akibat Cuaca Buruk
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa laporan terkait kejadian ini diterima sekitar pukul 22.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, SAR, Potensi SAR, dan Redkar segera bergerak menuju lokasi kejadian.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Seorang nelayan bernama Pak Wasir (48) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Muara Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, pada Jumat malam (30/11/2024). Insiden tragis ini dipicu oleh angin kencang dan ombak besar yang menghantam perahu korban saat beraktivitas di perairan tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa laporan terkait kejadian ini diterima sekitar pukul 22.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, SAR, Potensi SAR, dan Redkar segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Pencarian dimulai pada pukul 22.30 WITA dengan melakukan penyisiran intensif di sekitar area muara. Meski dihadapkan pada kondisi cuaca buruk, tim SAR tetap melanjutkan operasi hingga larut malam. Setelah hampir dua jam pencarian, korban berhasil ditemukan pada pukul 23.45 WITA.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sekitar area muara Salodong,” ujar Hasanuddin. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah Pak Wasir untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Pak Wasir, yang dikenal sebagai nelayan berpengalaman, diduga terjatuh dari perahunya akibat gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Tragedi ini menjadi pengingat nyata akan risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.
Hasanuddin turut mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu berhati-hati dan memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan melaut.
“Kami mengingatkan semua pihak, terutama nelayan, untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Operasi penyelamatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam menangani situasi darurat. Meskipun tim berhasil menyelesaikan pencarian dengan cepat, insiden ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya alam di laut.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan bagi nelayan lainnya untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di tengah cuaca yang tidak menentu. “Keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga menjadi perhatian bersama,” pungkas Hasanuddin.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
