MAROS, BUKAMATANEWS - Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., berhasil meraih Juara 1 dalam Pameran Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII. Acara ini berlangsung di Auditorium Hasanuddin, Puslatbang KMP LAN RI Makassar pada Selasa, 17 September 2024.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LAN Makassar, Dr. Andi Taufik, M.Si., yang menyatakan bahwa pameran ini berhasil menambah 60 inovasi baru di tingkat nasional yang dihasilkan oleh para peserta pelatihan. Menurutnya, pameran ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam mendukung program prioritas nasional.
“Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh para pimpinan di sini sangat membanggakan dan membawa banyak manfaat bagi daerah masing-masing,” ungkap Dr. Taufik.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan kepada para pimpinan, sehingga tercipta inovasi dan perubahan yang signifikan bagi bangsa ini.
Sekda Maros, A. Davied Syamsuddin, meraih Juara 1 berkat Proyek Perubahannya yang diberi nama "Traffic Light APBD". Selain itu, ia juga memperoleh beberapa penghargaan lain, termasuk sebagai The Collaborative Reformer, The Analytical Reformer, The Unity Leader, dan The Best Supporting Team.
Davied menjelaskan bahwa inovasi "Traffic Light APBD" yang telah berjalan selama dua bulan ini merupakan sistem pengendalian keuangan daerah untuk memastikan keseimbangan antara pendapatan dan belanja. Hal ini membantu menjamin ketersediaan dana bagi pembiayaan program dan kegiatan pemerintah daerah.
“Traffic Light APBD bekerja mirip dengan lampu lalu lintas di jalan yang mengatur arus kendaraan agar tetap lancar. Dalam sistem ini, tim pengendali keuangan daerah bertanggung jawab untuk memantau dan mengatur arus pendapatan serta pengeluaran, didukung oleh seluruh pengelola keuangan di setiap perangkat daerah,” jelasnya.
Program ini menggunakan aplikasi TLA yang terdiri dari tiga tahapan utama: Pelaporan, Analisa, dan Koreksi.
Tahap Pelaporan: Setiap perangkat daerah melaporkan realisasi keuangan, baik pendapatan maupun belanja, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Data ini mencakup laporan ketersediaan kas harian secara real-time yang disediakan oleh bank daerah sebagai rekening kas umum. Semua informasi disusun dalam bentuk matriks dan disajikan melalui grafik indikator traffic light.
Tahap Analisa: Tim melakukan analisis harian kondisi keuangan daerah berdasarkan data transaksi harian yang masuk. Dalam tahap ini, kondisi keuangan digambarkan melalui warna: hijau (aman, surplus), kuning (hati-hati, mendekati keseimbangan), dan merah (waspada, defisit).
Tahap Koreksi: Rencana kegiatan disesuaikan berdasarkan kondisi keuangan dan tingkat urgensi. Aplikasi ini memastikan keuangan daerah tetap terpantau dan terkendali, sehingga dapat mencegah kegagalan atau keterlambatan pembayaran yang bisa menghambat pelaksanaan program daerah.
Inovasi "Traffic Light APBD" ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam manajemen keuangan daerah dan meningkatkan akuntabilitas serta transparansi di Kabupaten Maros.