MAKASSAR, BUKAMATA - Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, menanggapi viralnya video Sufriaty Budiman, isteri Calon Bupati Petahana di Kabupaten Luwu Timur. Dalam video tersebut, terlihat Sufriaty mengunjungi posko Irwan Bachri Syam - Puspawati Husler, pasangan calon bupati dan wakil bupati, yang merupakan rival suaminya.
Video tersebut kemudian viral, tatkala Sufriaty Budiman menegaskan jika dirinya adalah isteri bupati sehingga semua yang ada di posko tersebut adalah warganya. Berbeda dengan yang lain, masyarakat biasa.
Hal tersebut kemudian menuai pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang beranggapan jika kalimat yang dilontarkan Sufriaty Budiman adalah bentuk kesombongan.
Belakangan, muncul campaign masyarakat biasa pilih Ibas - Puspa.
Andi Ali Armunanto menilai, negative campaign adalah hal yang umum terjadi di Pilkada. Khususnya di masa kampanye. Karena itu, baik kandidat maupun keluarga kandidat, sebaiknya berhati-hati dalam bertindak.
"Kandidat ini kan sedang menjual citra. Karena itu, perkataan dan perilaku harus dijaga. Jangan sampai terjadi blunder politik besar," ujar Andi Ali.
Ia mengungkapkan, fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Luwu Timur. Tetapi terjadi hampir di semua pilkada, bahkan pesta demokrasi di luar negeri juga demikian.
"Jangankan video baru, video lama pun seorang berkontestasi akan dimunculkan. Intinya hati-hati, apalagi masyarakat kita sangat membenci kesombongan," pesannya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Dekatkan Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat, Bupati Luwu Timur Datangkan Dokter Spesialis ke Wilayah Terpencil
-
Satu-satunya Kabupaten di Sulsel dengan Cakupan Paripurna, Pemkab Luwu Timur Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Utama
-
Demonstran Blokade Jalan Trans Sulawesi, Bupati Luwu Timur Siapkan Jalur Alternatif untuk Distribusi BBM dan Elpiji
-
Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan Kasus Penyebaran Konten Pornografi Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi
-
Wabup Puspawati Husler Apresiasi Pelaksanaan Tudang Ade', Bahas Sejumlah Isu Strategis