MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Juru bicara pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (INiMI), Andi Esse, menegaskan bahwa hasil survei politik tidak selalu bisa dijadikan patokan pasti dalam menentukan hasil Pilwalkot. Dalam sejarah pemilihan di Makassar, hasil survei seringkali berbeda dengan hasil akhir.
"Hasil survei memang penting, tapi itu hanya gambaran sementara dan bisa berubah seiring waktu," ungkap Andi Esse saat ditemui awak media. Ia menyebutkan bahwa survei bersifat prediktif, yang artinya hanya mencerminkan keadaan pada saat survei dilakukan, tetapi belum tentu mencerminkan hasil akhir pemilu.
Andi Esse mengingatkan bahwa dalam beberapa Pilwalkot Makassar sebelumnya, survei kerap kali menunjukkan prediksi yang meleset. Sebagai contoh, survei pada Pilwalkot 2020 yang menempatkan pasangan Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) di posisi unggul melawan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama). Meskipun demikian, pada akhirnya pasangan Adama yang memenangkan kontestasi tersebut.
“Pada Pilwalkot 2020, survei menunjukkan Appi-Rahman unggul, tetapi hasil akhirnya berbeda. Begitu juga dengan Pilwalkot sebelumnya, saat Appi-Cicu melawan kotak kosong, hasil survei memprediksi kemenangan Appi-Cicu, tetapi ternyata kotak kosong yang menang,” jelas Andi Esse.
Baru-baru ini, survei dari Parameter Publik Untuk Makassar kembali menunjukkan hasil yang menempatkan pasangan Munafri Arifuddin-Aliah Mustika (MULIA) di peringkat pertama dengan elektabilitas 39,1%, sementara pasangan Indira-Fauzi (INiMI) berada di posisi kedua dengan 19,9%. Namun, Andi Esse tetap optimis dan menyatakan bahwa timnya tidak hanya berpatokan pada survei.
"Survei memang penting sebagai salah satu alat analisis, tetapi tidak bisa dijadikan patokan tunggal. Banyak variabel lain yang juga berperan dalam menentukan kemenangan seorang kandidat," kata Andi Esse.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan strategi kampanye yang terus berkembang, tim INiMI tetap yakin dapat meraih hasil terbaik dalam Pilwalkot Makassar 2024. Andi Esse mengimbau pemilih untuk tetap cerdas dan obyektif dalam menentukan pilihan, serta tidak hanya terpaku pada hasil survei semata.
BERITA TERKAIT
-
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
-
Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan Kasus Penyebaran Konten Pornografi Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi
-
Peringatan Isra' Mi'raj, Bupati Irwan Bachri Syam Ingatkan Kewajiban Salat Lima Waktu
-
Viral! Video Biduan Berbaju Seksi Joget di Panggung Peringatan Isra' Mi'raj
-
Badan Pesawat ATR-400 yang Hilang Kontak di Maros Ditemukan di Puncak Bulusaraung