Dewi Yuliani : Rabu, 18 September 2024 11:23
Pada Rabu dini hari tadi, 18 September 2024, sekitar pukul 02.45 WITA, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene.

SELAYAR, BUKAMATA - Intensitas kebakaran di Kabupaten Kepulauan Selayar cukup tinggi. Di Bulan Agustus 2024 lalu terjadi dua kasus, dan di Bulan September ini kembali terjadi dua peristiwa kebakaran.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Adnan Pandibu, meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan mitigasi. Jika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, agar mengecek kembali jaringan listrik yang ada di rumah masing-masing.

"Intensitas kebakaran di Selayar cukup tinggi. Pada Bulan September ini saja ada dua kejadian, di Bulan Agustus lalu juga ada dua kejadian. Semuanya diduga akibat korsleting listrik. Jadi kami imbau agar dilakukan mitigasi dengan mengecek kembali jaringan listrik yang ada di rumah masing-masing. Minta bantuan PLN atau teknisi listrik," pesan Kapolres Adnan, Rabu, 18 September 2024.

AKBP Adnan juga mengimbau agar sedapat mungkin warga tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, dan jika tidak dapat dihindari pastikan rumah ditinggalkan dalam keadaan aman.

"Jika terpaksa harus meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, pastikan semua sumber api telah padam, jaringan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dipadamkan, pintu dan jendela terkunci, serta mitigasi lain yang diperlukan. Setiap warga juga harusnya memiliki semua nomor layanan darurat pemadam kebakaran, kepolisian, ambulance, SAR, dan sebagainya," ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu dini hari tadi, 18 September 2024, sekitar pukul 02.45 WITA, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene. Kebakaran tersebut menghanguskan rumah milik warga bernama Andi Sukarang (41 tahun), yang diinformasikan dalam keadaan kosong saat kejadian.

Kapolsek Bontomatene, Iptu Wahyu Widodo, menjelaskan, berdasarkan keterangan awal dari saksi yang menyaksikan kejadian tersebut, mengaku awalnya mencium bau aroma plastik terbakar yang menyengat.

“Seorang saksi bernama YD (42 tahun) mengaku awalnya mencium aroma seperti plastik terbakar dan kemudian mendengar suara gemuruh yang besar, sehingga saksi membuka jendela kamarnya dan melihat api sudah membesar di atas atap rumah milik korban yang telah terbakar,” kata Iptu Wahyu.

Karena lokasi rumah yang sulit dijangkau, mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar Pkl 03.30 Wita. Dua unit mobil pemadam kebakaran diturunkan dari Pos Pemadam Kecamatan Bontomatene, dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.15 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. (*)