MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Aksi unjuk rasa kawan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pilkada Serentak 2024 dan Tolak Politik Dinasti Politik di Kota Makassar berakhir ricuh. Satu pete-pete atau angkutan Kota terbakar diduga akibat percikan Flash Ball Maxi (FBM) yang ditembakan polisi untuk membubarkan aksi unjuk rasa.
Sopir pete-pete 05, Baharuddin (58) mengaku saat kejadian rusuh tersebut kendaraannya sedang berada di depan Kampus Universitas Bosowa (Unibos) Makassar. Di saat bersamaan polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa
"Penumpang panik dan buru-buru turun," ujarnya kepada wartawan, Senin (26/8/2024).
Ia mengaku saat itu ada lima penumpangnya dan perempuan semua. Akibat tembakan gas air mata, membuat penumpangnya turun semua.
"Penumpang panik langsung turun. Ada ibu-ibu yang bilang kena kakinya," tuturnya.
Ia menceritakan sebelum kendaraanya terbakar terlebih dahulu melihat adanya percikan dari benda seperti petasan. Setelah itu, Baharuddin mengaku matanya terasa pedis.
"Kayak ada percikan petasan. Langsung pedis mata," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa kawal Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan Tolak Politik Dinasti di Kota Makassar berakhir ricuh. Polisi harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa.
Setidaknya tiga kampus di Kota Makassar yakni Universitas Muslim Indonesia, Unibos, dan UNM. Polisi terpaksa membubarkan aksi unjuk rasa karena menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Urip Sumoharjo dan AP Pettarani. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Penyerangan Brutal Geng Motor Makassar, Empat Pelaku Utama Dibekuk
-
Pintu Goes to Campus Hadir Perdana di Universitas Negeri Makassar, Diskusi Aset Crypto dengan Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital
-
Ricuh Demo 30 Tahun Amarah di UMI Makassar, Polisi Amankan 109 Mahasiswa
-
Di Depan Calon Wisudawan Doktor UMI, Bupati Irwan Ungkap Inspirasi Program Beasiswa di Luwu Timur
-
UMI Bekali 291 Mahasiswi dengan Pembinaan Karakter Lewat Pencerahan Qalbu