Redaksi
Redaksi

Sabtu, 03 Agustus 2024 20:55

Gelombang Panas Ekstrem Melanda China Timur: Kehidupan Sehari-Hari Terganggu

Gelombang Panas Ekstrem Melanda China Timur: Kehidupan Sehari-Hari Terganggu

Pemerintah China telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi dampak gelombang panas ini. Selain mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem, pemerintah juga menyediakan tempat penampungan sementara bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung dari panas.

BUKAMATANEWS - Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah China bagian timur pada Sabtu (3/8) telah mengubah keseharian warga. Suhu udara yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah mengakibatkan berbagai dampak signifikan.

Di kota Hangzhou, suhu mencapai puncak 41,9 derajat Celsius pada Sabtu siang, memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Agustus 2022. Kondisi ini meningkatkan risiko heatstroke dan penyakit terkait panas lainnya. Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan dengan menghidrasi diri secara baik. Rumah sakit di berbagai kota juga bersiap menghadapi lonjakan pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat panas ekstrem.

Gelombang panas ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas bisnis dan pekerjaan. Banyak pekerja di sektor konstruksi dan pertanian terpaksa mengurangi jam kerja atau berhenti bekerja sementara waktu untuk menghindari paparan suhu tinggi. Perusahaan-perusahaan juga mengambil langkah-langkah untuk melindungi karyawan mereka dengan menyediakan tempat istirahat yang sejuk dan air minum yang cukup.

Suhu yang ekstrem menyebabkan lonjakan penggunaan listrik untuk pendingin udara, menyebabkan beban berat pada jaringan listrik. Di beberapa wilayah, pemadaman listrik terjadi karena permintaan yang melebihi kapasitas. Pemerintah telah mengimbau warga untuk menghemat penggunaan listrik dan menghindari penggunaan perangkat listrik yang tidak perlu selama puncak panas.

Selain mengganggu kehidupan sehari-hari, gelombang panas ini juga berdampak pada sektor pertanian. Tanaman yang tidak tahan panas mengalami kerusakan, mengancam hasil panen dan ketahanan pangan. Petani di wilayah Zhejiang melaporkan penurunan hasil panen yang signifikan akibat suhu tinggi dan kekeringan. Kondisi ini diperparah oleh hujan lebat yang menyebabkan banjir di beberapa daerah, mengganggu musim tanam.

Pemerintah China telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi dampak gelombang panas ini. Selain mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem, pemerintah juga menyediakan tempat penampungan sementara bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung dari panas. Tim medis dan relawan dikerahkan untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terkena dampak.

Gelombang panas ekstrem yang melanda China Timur menjadi pengingat akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Pemerintah China berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai netralitas karbon pada 2060, namun tindakan lebih lanjut diperlukan untuk menghadapi tantangan iklim yang semakin mendesak.

Dengan cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus berlanjut, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, demi melindungi masyarakat dan lingkungan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Cina

Berita Populer