BUKAMATANEWS - Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini semakin berkembang pesat. Dibantu dengan adanya teknologi yang semakin canggih, secara perlahan masyarakat mulai terbiasa melakukan transaksi secara digital. Hal ini turut mendorong percepatan inovasi digital di tanah air, khususnya bagi para pelaku bisnis UMKM dan pemilik perusahaan rintisan (startup).
Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa startup menjadi salah satu pendorong meningkatnya nilai ekonomi digital Indonesia. Memiliki 2.566 perusahaan rintisan, menjadikan Indonesia sebagai negara keenam di dunia dengan jumlah startup terbanyak.
Dengan jumlahnya yang banyak, startup tanah air turut membantu meningkatkan nilai ekonomi digital sebesar Rp1,3 Triliun pada tahun 2023, dan ditargetkan akan terus bertambah hingga Rp1,7 Triliun di tahun 2025.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi antara startup, pemerintah, pegiat industri hingga akademisi. Sehingga dapat mempercepat implementasi teknologi terbaru di sektor manufaktur.
Indonesia memang dikenal sebagai negara yang potensial di bidang ekonomi. Pada tahun 2022, Indonesia disebut memegang 40% pangsa pasar ekonomi digital. Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pangsa pasar digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak juga menjadi faktor suburnya bisnis digital di negara ini.
Amartha sebagai Platform Ekonomi Digital Indonesia
Amartha merupakan salah satu startup yang turut berkontribusi pada peningkatan ekonomi digital Indonesia. Platform ini didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra pada tahun 2010, guna membantu masyarakat di pedesaan di Ciseeng, Bogor.
Pria asal Bogor itu pernah bekerja di perusahaan multinasional, dan memutuskan membangun Amartha hingga dapat digunakan secara luas di tahun 2015.
Amartha menjadi pionir modernisasi keuangan mikro di Indonesia, dengan memperkenalkan akses microfinance melalui marketplace. Lewat platform ini, masyarakat di pedesaan bisa mendapatkan pendanaan untuk modal memulai usaha.
Pendanaan di Amartha
Dengan sistem yang semakin matang, Amartha berhasil menjadi platform ekonomi yang memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Contohnya melalui Microfinance Marketplace. Lewat layanan ini Anda bisa mendapatkan penghasilan pasif mingguan. Caranya dengan memberikan pendanaan pada UMKM pilihan.
Keuntungan Menggunakan Microfinance Marketplace dari Amartha
Tentunya ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika melakukan pendanaan melalui Microfinance Marketplace di Amartha, antara lain:
1. Pasif Income Mingguan
Dengan melakukan pendanaan minimal Rp100.000, Anda sudah bisa menikmati penghasilan tambahan yang bisa dicairkan setiap minggu. Imbal hasil hasil yang didapatkan bisa mencapai 15% flat per tahun!
2. Minim Risiko
Guna memberikan kenyamanan dalam melakukan investasi, Amartha telah menerapkan sistem credit scoring berbasi AI, sehingga dapat melakukan pengukuran risiko investasi secara lebih akurat. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir risiko kerugian ketika memberikan pendanaan.
3. Memberikan Dampak Sosial
Program pendanaan UMKM dari Amartha mencakup lebih dari 42.000 desa yang tersebar di Indonesia. Memungkinkan Anda juga turut berperan dalam memberikan dampak sosial yang lebih luas, yakni melalui pendanaan modal usaha untuk mengembangkan UMKM Indonesia.
Selain layanan yang telah berizin dan diawasi OJK, tentunya ada banyak keunggulan Investasi di Amartha yang bisa Anda rasakan. Contohnya dengan sistem tanggung renteng untuk meminimalisir terjadinya gagal bayar, dan penggunaan machine learning guna memastikan pengukuran risiko investasi yang akurat.
Dengan berperan aktif memberikan akses permodalan pada masyarakat, Anda sekaligus telah ikut membantu memajukan UMKM desa, serta kesejahteraan masyarakat Indonesia yang lebih merata.