JENEPONTO, BUKAMATA - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan perlindungan anak dari potensi kejahatan, justru diciderai dengan adanya vidio viral di sosial media terkait perkelahian sesama pelajar.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Bungung Lompoa, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Sedangkan pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut yakni siswa dari SMAN 6 Jeneponto atau SMAN Kelara.
Untuk merespon dan menindaklanjuti peristiwa tersebut, Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri bersama Kapolres Jeneponto AKBP Widi Setiawan berkunjung ke sekolah tempat siswa yang terlibat perkelahian serta mengunjungi salah satu korban perkelahian tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Jeneponto didampingi oleh Kasat Bimas, AKP Muh Nasir, Kasat Intel Iptu Jamaluddin, Kasubbag Binkar AKP Sukardi, dan Kapolsek Kelara Iptu Sudirman M, serta sejumlah personil Polres dan Polsek.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres dengan tegas mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk memperhatikan secara lebih intensif keamanan anak-anak mereka.
"Kami sering menerima laporan terkait tindak yang melibatkan anak mulai pencabulan, persetubuhan dan perkelahian ataupun perundungan yang terjadi hampir setiap hari. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk aktif dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak mereka," ujarnya
Ia menambahkan, tanpa peran serta aktif dari orang tua, keluarga, dan masyarakat, risiko kejahatan terhadap anak-anak dapat meningkat secara signifikan.
"Kami berharap orang tua dapat menjaga komunikasi terbuka dengan anak-anak mereka dan memberikan pemahaman yang baik mengenai keamanan pribadi," sebutnya
Selain itu, Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat Bumi Turatea untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke polisi apabila mengetahui atau curiga adanya tindakan kriminal di sekitar mereka.
"Kami mengandalkan kerjasama yang erat antara polisi dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini," tegasnya.
Dalam penuturannya, Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, terutama bagi anak-anak.
"Kita harus bersama-sama membangun kesadaran akan perlindungan anak dan menghindari potensi ancaman yang dapat merugikan mereka," pungkasnya. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Temui Hamka B Kady, Bupati Jeneponto Harap Dukungan Peningkatan Infrastruktur Jalan Hingga Pembangunan Pasar Turatea
-
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026, Targetkan Prestasi dan Junjung Sportivitas
-
Dari Lapangan Kantor Bupati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
-
Gubernur Sulsel Bantu Dg Sangkala, Warga Jeneponto yang Lumpuh dan Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk
-
Melalui Gesit Data Presisi, Dinas P2KB Jeneponto Perkuat Validasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting