Redaksi : Kamis, 11 Juli 2024 20:18

MAKASSAR,BUKAMATA - Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, meluncurkan program strategis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, termasuk kaum difabel, melalui penyediaan 10.000 pelatihan keterampilan gratis. Program ini dipimpin oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar dengan dukungan dari 12 SKPD lainnya.

Kepala Disnaker Kota Makassar, Neilam Palamba, mengungkapkan bahwa Disnaker menyiapkan sekitar 2.000 peserta setiap tahun untuk mengikuti pelatihan yang mengikuti standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Pelatihan ini berlangsung selama 80 jam pelajaran untuk memaksimalkan hasil dan menghasilkan alumni yang kompeten,” jelasnya pada Rabu, 10 Juli 2024, di Kantor Disnaker.

Makassar, yang dikenal sebagai kota dagang dan jasa, menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Pelatihan yang tersedia mencakup multimedia, keterampilan barista, administrasi perkantoran, kewirausahaan, dan keterampilan teknis seperti pengoperasian alat berat. Program ini juga menargetkan berbagai kelompok, terutama masyarakat lorong, fresh graduate, dan penyandang disabilitas.

Neilam menyatakan, “Kami memberikan masyarakat lorong pelatihan sesuai kebutuhan mereka, seperti menjahit dan daur ulang barang, untuk membantu mereka membuka peluang usaha.” Bagi penyandang disabilitas, Disnaker menyediakan pelatihan melalui unit layanan disabilitas yang telah berjalan sejak 2021, termasuk pelatihan perbengkelan dan perbaikan alat elektronik.

Disnaker juga bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan industri untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar kerja saat ini. Informasi lebih lanjut tentang pelatihan dapat diakses melalui website [https://iporena.disnaker.makassarkota.go.id/login](https://iporena.disnaker.makassarkota.go.id/login).

Neilam berharap program ini dapat mencetak tenaga kerja yang lebih terampil dan berdaya saing, serta membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja baru di Kota Makassar. “Dengan meningkatkan keterampilan masyarakat, kami mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan, menuju Makassar sebagai Kota Kompeten dan Inklusif,” pungkasnya.

 

 

TAG

BERITA TERKAIT