MAKASSAR, BUKAMATA - Bencana tanah longsor yang menerjang Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), rupanya belum sepenuhnya pulih. Masih banyak warga dan akses jalan desa terpencil yang terisolasi.
Peristiwa bencana yang menewaskan belasan jiwa dan terjadi pada Kamis, 2 Mei 2024 lalu, hampir seluruh desa di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel, terdampak.
Hingga sebulan lebih bencana ini terjadi, beberapa titik akses jalan masih tertutup material longsor menyebabkan sebagian warga memilih tetap tinggal di kamp pengungsian.
Kepala Desa (Kades) To'lajuk Badaruddin mengatakan, kondisi saat ini di desanya masih tertutup dan hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua.
"Kondisi sekarang ketika berbicara akses, sekarang sudah masuk roda dua. Berarti kita masih memprihatinkan hal tersebut, apalagi di atas karena masih hujan," kata Badaruddin kepada awak media dikonfirmasi, Jumat, 7 Juni 2024.
Badaruddin mengaku, hingga saat ini, warga masih merasa was-was karena intensitas hujan masih tinggi di lokasi. Untuk mempermudah akses, warga Desa To'lajuk membuka jalan dengan alat seadanya.
Dikatakan Badaruddin, selain akses jalan yang tertutup longsor, juga ada jembatan sepanjang 20 meter yang terputus.
"Yang kami butuhkan itu, bagaimana caranya pemerintah bisa membuka kembali satu jalanan, karena di status itu ada hasil perkebunan warga itu bisa menormalkan kembali. Kalau masalah infrastruktur ada satu jembatan yang terputus sekitar 20 meter," jelasnya.
Jumlah penduduk, lanjut Badaruddin, kurang lebih 400 jiwa. Kemudian ada tiga dusun yang paling parah akibat terjangan longsor.
"Kalau pemukiman, melihat secara kasat mata tidak rawan, yang rawan perkebunan dan akses masuk. Karena yang masuk saja pakai heli," tukasnya.
Ditanya soal bantuan di bidang pertanian yang diberikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (AAS), beberapa kepala desa di Kabupaten Luwu mengaku belum menerimanya.
"Kalau itu bantuan masih simpang siur. Kalau informasi kami belum dapat. Katanya kalau (bantuan) Kementan itu ada berupa barang, maksudnya alat pertanian dan bibit," ungkap Badaruddin.
"Ketika memang ada itu, kalau bisa tunai saja atau bagaimana bisa sewa alat berat menggunakan dana itu, kalau bisa. Kalau masalah barang mungkin saat ini belum terlalu dibutuhkan sama masyarakat," sambungnya.
Hal senada juga disampaikan, Kepala Desa Ulu Salu, Kadarusman Samad mengatakan bahwa saat ini keperluan masyarakat yang paling penting merupakan bantuan pembukaan akses jalan.
"Harapan kami kedepannya, kami lebih diperhatikan lagi khususnya pada infrastruktur jalanan dan jembatan supaya kami punya jalan bisa terbuka seperti kecamatan lain. Paling penting kendaraan roda empat bisa lewat," ucapnya.
Kadarusman menjelaskan bahwa jika akses jalan masih tertutup perekonomian desa yang ditunjang hasil pertanian masyarakat pasti terganggu.
"Penting akses jalan, karena dari segi ekonomi sangat menunjang karena aktivitas masyarakat bisa berjalan normal. Kita juga pemerintah desa tidak bisa membangun desa jika akses tidak bagus," tandasnya.
Diketahui, Kementerian Pertanian RI memberi bantuan senilai Rp 48 miliar untuk korban bencana alam banjir dan longsor bagi 7 daerah terdampak di Sulawesi Selatan (Sulsel). Mentan Andi Amran Sulaiman (AAS) juga memberi bantuan alat pertanian senilai Rp 400 miliar dan tambahan pupuk senilai Rp 2,57 triliun bagi petani di Sulsel.
Diketahui, penyerahan bantuan sebesar Rp 48 miliar kepada 7 daerah terdampak diberikan dengan jumlah yang bervariasi. Untuk Kabupaten Luwu total bantuan yang diterima senilai Rp 14,4 miliar, Enrekang Rp 2,7 miliar, dan Pinrang senilai Rp 3,3 miliar lebih.
Kemudian untuk Sidrap sejumlah Rp 2,5 miliar, Wajo sebesar Rp 10,5 miliar, Bone sebesar Rp 10,7 miliar, dan Sinjai senilai 3,9 miliar lebih. Bantuan yang diberikan itu berupa benih, pupuk, dan alsintan yang diberangkatkan dengan 60 truk. (*)
BERITA TERKAIT
-
HUT Luwu Timur, Mentan Amran Sulaiman Serahkan Bantuan Senilai Rp27 Miliar
-
Bencana Longsor di Luwu, Dua Warga Meninggal Dunia dan Empat Mobil Tertimbun
-
Mentan Amran Sulaiman Apresiasi Pj Gubernur Sulsel
-
Mentan Amran Serahkan Bantuan Pertanian Senilai Rp410 Miliar di Sulsel
-
KSAD Maruli Perintahkan Babinsa Susuri Sumber Air di Pulau Jawa