Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
BPPD akan segera meluncurkan aplikasi peta wisata bernama Sulsel Tourism Maps. Aplikasi ini akan membantu wisatawan untuk mengakses destinasi wisata dengan mudah dan praktis.
MAKASSAR, BUKAMATA - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menerima audiensi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka, Jumat, 31 Mei 2024. Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata di Sulsel.
Beberapa poin penting dari audiensi tersebut antara lain peningkatan infrastruktur pariwisata, seperti aksesibilitas dan amenitas. Demikian juga pengembangan produk pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan pariwisata, dan penguatan sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Prof Zudan mengapresiasi kinerja BPPD Sulsel dan mendorong agar terus berinovasi dalam mempromosikan pariwisata Sulsel. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memajukan sektor pariwisata di Sulsel.
"Promosi pariwisata kita harus semakin bagus, demikian juga lakukan branding terbaik. Aksesibilitas dan amenitas juga ditingkatkan," pesan Prof Zudan.
Prof Zudan berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan, sektor pariwisata di Sulsel dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua BPPD Sulsel, Andry Arief Bulu, menyampaikan beberapa program dan kegiatan yang telah dilakukan BPPD Sulsel dalam rangka mempromosikan pariwisata Sulsel, baik di dalam maupun luar negeri.
"Apa yang menjadi harapan Pak Gubernur harus kami tindaklanjuti. Adapun mitra kami pada berbagai kegiatan Indonesia Tourism Corporation," katanya.
BPPD Sulsel adalah lembaga yang bertanggung jawab langsung untuk mempromosikan pariwisata di Sulsel. Andry Arief mendorong 10.000 lebih pegawai Pemprov untuk aktif mempromosikan wisata Sulsel di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi wisata daerah dan meningkatkan jumlah wisatawan.
Andry Arief percaya bahwa para pegawai Pemprov memiliki pengaruh yang besar di media sosial dan dapat membantu menyebarkan informasi tentang wisata Sulawesi Selatan kepada khalayak yang lebih luas.
"Kalau semua punya IG, Tiktok, mari kita jadikan itu sebagai alat untuk mempromosikan pariwisata," kata Andry Arief.
Untuk Toraja, terkenal dengan budayanya yang unik dan pemandangan alamnya yang memukau. Kemajuannya yang lebih dulu dibandingkan dengan destinasi lain menjadikannya pilihan ideal untuk dipromosikan dan dikembangkan serta tetap menjadi destinasi unggulan.
"Untuk Toraja akses dan promosi harus semakin ditingkatkan dan dimaksimalkan," tuturnya.
Sedangkan Gugusan Taka Bonerate di Selayar, sebagai kepulauan yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya yang luar biasa, selama ini hanya dapat dijangkau dengan speed boat yang memakan waktu lama. Hal ini menjadi kendala bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pulau-pulau di Taka Bonerate.
Andry juga menyampaikan kabar gembira bagi para pecinta wisata. Karena akan segera meluncurkan aplikasi peta wisata bernama Sulsel Tourism Maps. Aplikasi ini akan membantu wisatawan untuk mengakses destinasi wisata dengan mudah dan praktis.
Sulsel Tourism Maps akan menyediakan informasi lengkap tentang berbagai destinasi wisata di Sulsel, mulai dari lokasi, deskripsi, hingga moda transportasi dan akomodasi yang tersedia.
"Kita juga sudah punya aplikasi untuk mengakses destinasi wisata. Kemudian untuk menjangkau ke sana terdiri dari moda transportasinya, sarana akomodasinya, namanya Sulsel Tourism Maps, rencana dilaunching dalam waktu dekat," pungkasnya. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46