Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 21 Mei 2024 19:09

Ishaq Iskandar
Ishaq Iskandar

Tekan Angka Stunting, Dinkes Sulsel Siapkan Upaya Pencegahan

Dengan melaksanakan inovasi Pappadeceng Gizi dalam artian akan ada pendampingan langsung oleh petugas dalam intervensi gizi buruk, kurang gizi, berat badan tidak naik dan ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK). Agar bagi balita tidak berujung ke stunting dan untuk ibu hamil tidak melahirkan anak stunting.

MAKASSAR, BUKAMATA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan terus berupaya untuk menekan angka stunting. Dimana, stunting ini telah menjadi perhatian besar yang harus diatasi oleh semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Melihat hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, sudah menyiapkan langkah-langkah konkret yang menjadi tumpuan dalam segi penurunan angka stunting.

Dengan melaksanakan inovasi Pappadeceng Gizi dalam artian akan ada pendampingan langsung oleh petugas dalam intervensi gizi buruk, kurang gizi, berat badan tidak naik dan ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK). Agar bagi balita tidak berujung ke stunting dan untuk ibu hamil tidak melahirkan anak stunting.

Ishaq Iskandar juga telah memastikan seluruh asupan nutrisi untuk mencegah terjadinya stunting yaitu memberikan makanan tambahan berbasis pangan lokal dan lainnya.

"Untuk memastikan seluruh gizi kurang maupun gizi buruk, baiknya mendapatkan intervensi makanan tambahan berbasis pangan lokal, Formula PKMK, juga ada penatalaksanaan kasus-kasus gizi buruk serta penyediaan bahan formula 100 dan RUTF (Ready To Use Terapeutic Feeding) untuk penanganan gizi buruk," kata Ishaq Iskandar, saat diwawancarai, Selasa, 21 Mei 2024.

Lebih lanjut, peningkatan layanan bagi kasus stunting juga telah disiapkan Dinas Kesehatan Sulsel terutama khusus balita, yakni adanya layanan rujukan bagi balita gizi buruk maupun stunting yang tidak tertangani di puskesmas.

Ishaq juga menyatakan peningkatan sektor kolaborasi antar stakeholder terkait menjadi salah satu wujud menurunkan angka stunting.

"Peningkatan kolaborasi dan kerja sama lintas sektor akan menjadi faktor utama dalam menjangkau balita yang tidak pernah mengunjungi layanan kesehatan serta pendistribusian paket intervensi gizi," ujarnya.

Tak hanya itu, peningkatan pemenuhan alat antropometri, alat screening, ibu hamil anemia, dan juga tambahan cakupan remaja putri dan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah, diantaranya dapat menjadi langkah menekan angka stunting.

Terlebih lagi, peningkatan deteksi dini melalui peningkatan penimbangan dan pengukuran di posyandu (Total coverage) serta pertambahan cakupan entry data di aplikasi ePPGBM.

Selain itu, menurut Ishaq Iskandar, terkhusus untuk ibu hamil akan ada penambahan lainnya terutama cakupan ANC dan screening bagi ibu hamil.

"Ada juga penambahan cakupan posyandu menggunakan alat antropometri yang sesuai standar," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, pada silaturahmi yang diadakan di Pelataran Inninawa, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 20 Mei 2024 kemarin, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan tekad Presiden untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen di tahun ini.

Dia meminta dukungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, BKKBN, dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya nutrisi, terutama bagi anak-anak hingga usia dua tahun agar masih dapat mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI).

Prof Zudan juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda. "Ini adalah yang harus kita tangani bersama, yakni inflasi, kemiskinan, stunting, dan pencegahan pernikahan anak," katanya.

Terakhir, mengutip pernyataan Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan dalam hal penurunan angka stunting, melalui Kepala Dinas Kesehatan Ishaq Iskandar siap membantu dan berkolaborasi mewujudkan hal itu.

"Kami beserta seluruh stakeholder terkait akan berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut," tuturnya

"Tentunya kita harus prioritaskan ke ibu hamil dan bayi usia dua tahun diberikan makanan bergizi seimbang, terutama protein, agar balita tidak stunting kemudian gizi, imunisasi, sanitasi dan edukasi harus berjalan simultan," tambahnya. (*)

#Pemprov Sulsel #Ishaq Iskandar #Dinas Kesehatan #Atas stunting

Berita Populer