MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu, Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Makassar, Muhammad Aras, di Ruang Rapat Sekda, Balaikota, pada Senin (13/05/2024).
Rakor tersebut menjadi wadah untuk membahas pemadanan data antara Pemerintah Kota Makassar dan BPJS Kesehatan, dengan tujuan agar seluruh peserta BPJS yang masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) dan Penerima Bantuan Pemda (PBPU) dapat tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Firman Hamid Pagarra menyampaikan pesan penting terkait dengan ketertiban data sebagai kunci dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
"Saya tekankan kepada OPD terkait untuk melakukan penertiban data dan sinkronisasi secara real time. Nanti kordinasi dengan Kominfo. Karena tertib data adalah solusi bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan BPJS Kesehatan tepat sasaran," ujar Firman.
Meskipun telah terdapat keterbatasan dalam pemantauan dan evaluasi kepesertaan PBI JK, Firman menegaskan perlunya dilakukan pendataan secara rutin. "Harus rutin karena kita tidak tahu nanti banyak permintaan warga miskin dan tidak mampu untuk didaftarkan sebagai peserta PBI JK dan PBPU Pemda. Dari itu, kita harus dapat mencermati data yang ada," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Makassar, Muhammad Aras, mengungkapkan bahwa kepesertaan di Kota Makassar telah mencapai 99,45 persen atau setara dengan 1.458.190 jiwa. Dia menambahkan bahwa sinergi antara Pemkot Makassar dan BPJS Kesehatan sangat penting dalam upaya peningkatan kepesertaan masyarakat.
Pemadanan data dan peningkatan kepesertaan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.