Redaksi : Kamis, 09 Mei 2024 17:39
Polisi memantau korban keracunan makanan dari program stunting.

MAMUJU, BUKAMATANEWS - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju telah memeriksa sampel bubur dari program penanggulangan stunting yang membuat 42 balita mengalami keracunan. BPOM menyebut ditemukan ada bakteri Escherichia coli dari sampel makanan yang diserahkan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat (Sulbar). 

Kepala BPOM Mamuju Suliyanto menjelaskan sudah menerima sampel bubur yang diduga membuat 42 anak di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar mengalami keracunan. Ia mengaku berdasarkan hasil sementara uji laboratorium, ditemukan bakteri Escherichia coli.  

"Sementara sudah ada hasil yang kami dapatkan. Hanya memang sampel yang masuk di kami kemarin itu kondisinya sudah basi atau sudah tidak fresh. Hasil uji sementara memang ditemukan (bakteri) E.Coli (Escherichia coli)," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/5).

Meski menemukan bakteri Escherichia coli dalam bubur, kata Suliyanto, tetapi pihaknya belum bisa memastikan apakah penyebab pasti keracunan atau bukan.

"E.Coli ini bisa muncul di makanan yang sudah basi. Makanya kami belum mengambil kesimpulan apakah ini penyebab keracunan itu, karena kita engga tahu munculnya (bakteri) E.Coli ini pada saat makanan sudah di konsumsi anak-anak atau sebelumnya," bebernya.

Ia mengaku ada jeda waktu yang cukup panjang saat sampel makanan tersebut diserahkan dan terjadinya keracunan. Sehingga BPOM lebih mendalami lagi.

"Jadi itulah hal yang kami tidak tahu persisnya. Jadi apakah kemungkinan karena sudah basi atau awalnya sudah ada e coli-nya," tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Majene, Inspektur Satu Suyuti menambahkan sudah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus keracunan 42 balita dan baduta di Kecamatan Pamboang. Tiga orang dimintai keterangan yakni orang tua korban, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan dokter yang bertugas di Puskesmas Pamboang.

"Tiga orang saksi sudah diperiksa oleh Satreskrim. Kita juga menunggu hasil uji pemeriksaan laboratorium dari BPOM," ucapnya. (*)