BUKAMATANEWS – Status Gunung Ruang naik menjadi Awas pada Rabu (17/4/2024), memicu rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengevakuasi penduduk yang tinggal di radius 6 kilometer dari pusat erupsi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers via zoom pada Kamis dini hari, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Ruang semakin mengkhawatirkan. Evakuasi diperlukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi lava, awan panas, dan batu pijar.
"Para warga yang berada di radius 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung Ruang, khususnya di bagian barat, barat daya, dan barat laut Pulau Tagulandang, harus dievakuasi ke wilayah timur, keluar dari zona bahaya," ungkap Abdul Muhari.
Menurut data BNPB, sekitar 11.615 penduduk berada di pesisir barat Tagulandang dalam radius 6 kilometer dari gunung berapi yang aktif ini.
Abdul Muhari menyebutkan bahwa sejumlah warga telah melakukan evakuasi mandiri ke arah timur laut Tagulandang seiring dengan memanasnya situasi Gunung Ruang.
"Mulai Kamis pagi, rencananya akan dilakukan evakuasi secara bertahap setelah koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pusat Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di lokasi," tambahnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat dan pihak berwenang terus memantau perkembangan gunung berapi tersebut. Evakuasi dini diharapkan dapat mengurangi potensi risiko terhadap keselamatan masyarakat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Insiden Ponpes Al Khoziny Buduran, 49 Santri Masih Tertimbun Reruntuhan
-
Potensi Banjir Lahar Dingin, Masyarakat di Sekitar Gunung Marapi Diminta Waspada
-
BNPB Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Gempa Myanmar
-
Pemprov Sulsel Fasilitasi Pembekalan Bagi Daerah Terdampak Bencana Terkait Bantuan Dana Hibah Rekon BNPB
-
Tak Kunjung Dievakuasi, Warga Buntu Sarek Luwu Pilih Jalan Kaki 20 Km Terobos Bekas Longsor Tinggalkan Desa