BONE, BUKAMATA - Seorang warga Desa Bara'e, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Asrianto (30), yang dilaporkan hilang akibat hanyut terbawa arus Sungai Walannae pada hari Senin, 15 April 2024, berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan.
Nasib naas menimpa Asrianto saat perahu yang ditumpanginya untuk menangkap ikan di Sungai Walannae di Kessi Mong, Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo mengalami mati mesin sehingga terbawa arus dan terbalik.
Menerima informasi adanya warga Soppeng yang hanyut, Tim SAR Brimob Bone langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos Bone untuk bergerak ke lokasi.
"Korban bersama lima orang temannya hendak menangkap ikan di Sungai Walannae, namun perahunya mengalami mati mesin akhirnya hanyut terbawa arus dan terbalik," ucap Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor, Kompol Nur Ichsan, saat dikonfirmasi oleh awak media, Selasa, 16 April 2024.
Dijelaskan, kelima rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke daratan namun korban tidak ditemukan dan akhirnya dilaporkan untuk dilakukan pencarian.
"Setelah dilakukan pencarian menggunakan tiga buah perahu karet dan penyisiran di sepanjang pinggiran sungai, korban berhasil ditemukan dengan jarak dua kilometer dari tempat kejadian dalam kondisi meninggal dunia," pungkas Danyon bergelar Magister Sains ini.
Adapun tim SAR gabungan yang terlibat meliputi Batalyon C Pelopor Brimob Bone, Basarnas Bone, BPBD Soppeng, Polres Soppeng, Koramil Marioriwawo serta dibantu masyarakat sekitar. (*)
BERITA TERKAIT
-
Lewat Sidik Jari, Identitas Tujuh Korban Kecelakaan ATR 42-500 Terungkap
-
Seluruh Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Sudah Berhasil Ditemukan
-
Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi via Heli Basarnas
-
Evakuasi Korban Pertama dari Kedalaman Jurang, Tim SAR Bertahan 30 Jam Bersama Jenazah di Medan Ekstrem
-
Operasi SAR Hari Keempat Jatuhnya Pesawat ATR 42-500, Tim Fokus Penyisiran Lokasi Temuan Berdasarkan Koordinat