Rusdi Kirana Ungkap Potensi Lion Air IPO 2025
Rusdi Kirana, pendiri Lion Air, mengungkapkan potensi IPO Lion Air pada tahun 2025. Meskipun belum menjadi prioritas utama, perusahaan telah mengincar dana segar
BUKAMATA - Pendiri Lion Air dan konglomerat, Rusdi Kirana, mengungkapkan potensi Lion Air untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun 2025.
Rusdi Kirana menyampaikan hal ini kepada media di Batam Aero Technic di Batam pada hari Kamis kemarin.
Meskipun belum ada penjamin emisi yang ditunjuk atau rencana IPO yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rusdi menjelaskan bahwa IPO bukanlah prioritas utama Lion Air pada tahun 2024.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pendanaan yang memadai yang dimiliki oleh perusahaan saat ini.
Sebelumnya, Lion Air dilaporkan mengincar dana segar dari IPO sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,77 triliun. Namun, Rusdi Kirana menganggap nilai IPO tersebut terlalu kecil.
Bagi Rusdi, Lion Group merupakan perusahaan swasta terbesar di dunia dan memiliki kemampuan finansial yang kuat.
Selain mengembangkan keuangan perusahaan, Lion Air juga memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan wirausaha. Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas untuk melatih karyawan muda menjadi entrepreneur.
Lion Group juga mendirikan Kirana Akademik untuk mencetak lulusan entrepreneur yang dapat menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan.
Rusdi Kirana menekankan pentingnya memberdayakan karyawan untuk memiliki usaha sendiri setelah keluar dari Lion Air.
Dia memberikan contoh karyawan yang bekerja di Lion Boga, anak perusahaan Lion Air Group yang bergerak di bidang katering, yang dapat berhenti dari pekerjaannya setelah bekerja selama 30 atau 35 tahun dan membuka restoran sendiri.
Dengan strategi ini, Lion Air tidak hanya fokus pada ekspansi bisnisnya, tetapi juga pada pembangunan SDM dan pemberdayaan karyawan untuk menjadi entrepreneur.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
