BUKAMATA - Google telah memberlakukan pembatasan terhadap chatbot kecerdasan buatan (AI) Gemini agar tidak dapat menjawab segala jenis pertanyaan politik. Kebijakan ini diterapkan setelah Gemini menciptakan kontroversi di India.
Dalam sebuah pengumuman melalui blog resmi perusahaan, Google menyatakan bahwa pembatasan ini dilakukan untuk topik yang sangat penting, terutama terkait pemilihan umum. Google berkomitmen untuk memberikan informasi berkualitas terbaik dalam hal ini dan terus memperkuat proteksi mereka.
Dilansir dari CNBC International, Juru bicara google mengatakan bahwa perubahan ini sesuai dengan rencana Google selama proses pemilihan umum di berbagai belahan dunia.
Pemicu utama perubahan ini adalah kontroversi di India, di mana Gemini dianggap memberikan pernyataan yang meremehkan Perdana Menteri India Narendra Modi saat menjawab pertanyaan tentang pemilu di negara tersebut.
Sebagai tanggapan, Google menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan komisi pemilihan umum India guna menyediakan informasi pemilu yang akurat melalui layanan Google Search dan YouTube.
Setelah penerapan pembatasan, Gemini tidak lagi merespons pertanyaan tentang pemilu atau politisi. Chatbot juga menolak menjawab pertanyaan tentang penguasa monarki dan rezim politik "non-demokratis."
Jika pengguna mengajukan pertanyaan politik, Gemini akan memberikan respons bahwa ia masih belajar untuk menjawab pertanyaan tersebut dan mengarahkan pengguna untuk menggunakan layanan Google Search.
Respons serupa juga diberikan untuk pertanyaan yang mengandung kata kunci seperti "pemilu," "kandidat," atau "pemungutan suara."