Hikmah : Rabu, 13 Maret 2024 14:14

BUKAMATA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, DI Yogyakarta, melaporkan bahwa kasus kematian belasan ekor kambing terjadi di Kapanewon Ponjong pada bulan Februari lalu disebabkan oleh sianida yang berasal dari daun singkong yang tidak dilayukan.

Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium dari BBvet Wates menyatakan kematian belasan ekor kambing tersebut negatif terkena antraks dan pestisida, namun positif terkontaminasi sianida.

"Sianidanya diduga berasal dari makanan, yaitu daun singkong dan sebagainya," ujar Wibawanti.

Informasi dari petugas lapangan menunjukkan adanya temuan daun singkong yang digunakan sebagai pakan ternak, tanpa melalui proses pelayuan. Padahal, daun singkong mengandung sianida tinggi jika tidak diproses terlebih dahulu.

"Peternak senang jika daun singkong masih segar tanpa proses pelayuan, padahal kondisi segar membuat kandungan sianida tinggi dan menyebabkan keracunan pada ternak," tambahnya.

Wibawanti juga mengimbau agar peternak mengolah terlebih dahulu daun singkong sebelum memberikannya kepada hewan ternak, karena seluruh jenis daun singkong, termasuk singkong jenis karet, memiliki kandungan sianida.

Sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul telah melakukan pemeriksaan sampel terhadap puluhan ternak yang mati mendadak di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong.

Total ada 26 ekor kambing yang mati, dimana 15 di antaranya langsung dikubur dan 11 lainnya yang bergejala akhirnya disembelih.

Kematian ternak akibat sianida ini menambah daftar kasus keracunan di Indonesia, setelah sebelumnya terjadi insiden keracunan massal di Sukoharjo yang diduga disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi.

TAG

BERITA TERKAIT