Hikmah : Selasa, 12 Maret 2024 10:03

BUKAMATA - Badan intelijen luar negeri Presiden Vladimir Putin, pada Senin 11 Maret 2024, menuduh Amerika Serikat mencoba ikut campur dalam pemilihan presiden Rusia. Putin mengklaim bahwa Washington bahkan berencana melancarkan serangan siber terhadap sistem pemungutan suara online.

Putin, yang hampir pasti memenangkan pemilihan presiden pada 15-17 Maret, telah memperingatkan negara-negara Barat bahwa segala upaya kekuatan asing untuk ikut campur dalam pemilu akan dianggap sebagai tindakan agresi.

Badan Intelijen Luar Negeri SVR Rusia menyatakan bahwa mereka memiliki informasi yang menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden bermaksud ikut campur dalam pemilu tersebut.

“Menurut informasi yang diterima oleh Badan Intelijen Luar Negeri Federasi Rusia, pemerintahan J. Biden menetapkan tugas bagi LSM-LSM Amerika untuk mengurangi jumlah pemilih,” kata SVR.

SVR juga mengungkapkan bahwa “Dengan partisipasi para pakar TI Amerika terkemuka, direncanakan untuk melakukan serangan siber terhadap sistem pemungutan suara elektronik jarak jauh, yang akan membuat penghitungan suara sebagian besar pemilih Rusia tidak mungkin dilakukan.”

Belum ada reaksi langsung dari Washington atas tuduhan ini. Kremlin minggu lalu mengatakan bahwa Rusia tidak akan ikut campur dalam pemilihan presiden AS pada bulan November mendatang.

Putin telah melontarkan sejumlah pernyataan mengenai pemilu AS, mengindikasikan preferensi terhadap Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya daripada Donald Trump.

TAG

BERITA TERKAIT