Hikmah : Rabu, 06 Maret 2024 14:16

BUKAMATA - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara di Fox News pada Selasa 5 Maret 2024.  Ketika ditanya apakah ia berada di pihak Israel dalam konflik tersebut, Trump menjawab tegas, "Ya."

Hal ini merupakan komentar paling eksplisit yang pernah disampaikan Trump terkait konflik Israel-Hamas di Gaza. Saat ditanya mengenai cara Israel menjalankan serangan di Gaza, Trump mengatakan, "Anda harus menyelesaikan masalah ini."

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah mendapat kritik dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun internasional, karena dukungannya terhadap Israel dalam konflik tersebut, yang berdampak pada meningkatnya jumlah korban jiwa dan krisis kelaparan di Gaza.

Konflik di Gaza bermula dari serangan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, ke Israel selatan pada tanggal 7 Oktober. Israel melaporkan sekitar 1.160 kematian akibat serangan Hamas tersebut, yang sebagian besar merupakan warga sipil.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sekitar 30.534 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Di Amerika Serikat, gerakan protes menyerukan kepada para pemilih untuk menghukum Biden atas dukungannya terhadap Israel. Lebih dari 100.000 orang di Michigan memilih "tidak berkomitmen" dan tidak memberikan suara untuk Biden dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat minggu lalu.

Meskipun demikian, Trump yang akan menjadi lawan Biden dalam Pilpres AS 2024 juga menyatakan dukungannya terhadap Israel dalam konflik di Gaza. Seiring dengan memburuknya kondisi, Israel sendiri mendapat teguran yang semakin tajam dari sekutunya, Amerika Serikat.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam tentang kondisi kemanusiaan di Gaza dalam pembicaraan di Washington pada hari Senin dengan anggota kabinet.

TAG

BERITA TERKAIT