Hikmah : Senin, 04 Maret 2024 11:13

BUKAMATA - Elon Musk, pengusaha dan pemimpin di berbagai perusahaan teknologi terkemuka, menggugat OpenAI dan CEO Sam Altman atas dugaan pelanggaran kontrak dan melencengnya tujuan awal perusahaan tersebut.

Gugatan tersebut diajukan pada Kamis malam (29/2) di Pengadilan Tinggi California di San Francisco.

Musk menyatakan bahwa OpenAI, yang didirikan pada tahun 2015, awalnya dibentuk dengan tujuan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) demi kepentingan umat manusia.

Namun, menurut gugatan yang dilaporkan oleh Reuters, perusahaan tersebut sekarang telah beralih fokus ke arah menghasilkan uang, yang dianggap melanggar perjanjian awal dengan pendirinya.

Pada awalnya, Musk mengungkapkan bahwa Altman dan pendiri lainnya mendekati dirinya dengan proposal untuk membentuk perusahaan nirlaba yang berorientasi pada open source.

Namun, seiring berjalannya waktu, OpenAI dituding lebih memprioritaskan keuntungan finansial daripada tujuan aslinya untuk mengembangkan AI yang bermanfaat bagi manusia.

Dalam gugatannya, Musk mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap perilaku OpenAI yang merilis model bahasa GPT-4, yang menurutnya sekarang menjadi produk Microsoft.

Musk meminta pengadilan untuk memaksa OpenAI membuat penelitian dan teknologi mereka tersedia untuk umum, serta mencegah perusahaan tersebut menggunakan asetnya untuk keuntungan finansial Microsoft atau individu lainnya.

Sam Altman, CEO OpenAI, menanggapi gugatan tersebut dengan menyatakan bahwa serangan-serangan terhadap perusahaan akan terus berdatangan. OpenAI, bersama dengan Microsoft dan Elon Musk, belum memberikan komentar resmi terkait gugatan ini.

TAG

BERITA TERKAIT