BUKAMATA - Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan langkah besar Indonesia dalam industri baterai elektrik (EV). Melalui pabrik PT HLI Green Power, Indonesia akan menjadi negara ASEAN pertama yang memproduksi sel baterai dengan kapasitas besar.
Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi, Tina Talisa, mengungkapkan bahwa pabrik sel baterai pertama di Indonesia akan memulai produksi pada bulan April 2024 mendatang.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram resmi Kementerian Investasi, Tina menjelaskan bahwa pabrik tersebut akan memproduksi sel baterai dengan kapasitas awal mencapai 10 Giga Watt hour (GWh), menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
"Nantinya, sekitar 90% dari produk yang dihasilkan akan diekspor, terutama ke Korea dan India," ungkap Tina.
Proyek pabrik sel baterai ini juga akan menggeliat lebih lanjut dengan rencana fase kedua produksi yang ditargetkan akan dimulai pada tahun yang sama. Dengan kapasitas 10 GWh, pabrik ini memiliki potensi untuk menghasilkan sekitar 32,6 juta unit sel baterai.
Tina menegaskan bahwa bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi sel baterai adalah nikel, mangan, kobalt, dan lithium. Lebih dari 90% tenaga kerja yang terlibat dalam operasional pabrik tersebut merupakan tenaga kerja lokal Indonesia, termasuk para engineer muda yang turut berperan dalam menggerakkan industri ini.
Langkah ini diharapkan akan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global industri baterai elektrik, sekaligus mendukung transformasi menuju mobilitas ramah lingkungan di masa depan.
BERITA TERKAIT
-
Bos Toyota Nilai Mobil Listrik Tak Selalu Ramah Lingkungan
-
BYD Klaim Kuasai 50 persen Pasar Mobil Listrik di Indonesia
-
Tumpukan Mobil Chery Terbakar di Bekasi, Perusahaan Klaim Bukan Kendaraan Listrik
-
Donald Trump Cabut Dukungan Mobil Listrik di AS
-
Perusahaan Swasta Terbesar di Vietnam, VinFast Jajaki Investasi di Sulsel