BUKAMATA - Sebuah informasi beredar di media sosial mengenai rencana penggantian Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada bulan Maret 2024.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo, menegaskan bahwa informasi tersebut tidaklah benar.
Dalam unggahan di media sosial, sebuah foto yang memperlihatkan informasi tentang peluncuran Kurikulum Nasional menggantikan Kurikulum Merdeka menjadi salah satu program prioritas Kemendikbud Ristek pada tahun 2024 telah menjadi perbincangan hangat.
Meskipun foto tersebut telah dilihat lebih dari 1,7 juta kali dan mendapat ribuan respon dari warganet, Anindito menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah informasi yang keliru.
"Saya tegaskan bahwa informasi mengenai penggantian Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Nasional pada bulan Maret 2024 adalah tidak benar," ujar Anindito seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis 29 Februari 2024.
Lebih lanjut, Anindito menjelaskan bahwa saat ini Kemendikbud Ristek sedang dalam proses merumuskan kebijakan terkait penerapan Kurikulum Merdeka secara nasional. Proses ini merupakan bagian dari rangkaian panjang evaluasi, penyusunan, dan penerapan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2020.
"Kami sedang dalam tahap merumuskan kebijakan tentang penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional. Proses ini telah melalui tahapan evaluasi yang panjang," tambahnya.
Anindito juga menjelaskan bahwa setelah evaluasi terhadap Kurikulum 2013, Kemendikbud Ristek telah menyusun prototipe Kurikulum Merdeka pada tahun 2020. Prototipe tersebut kemudian diuji coba secara terbatas dan dievaluasi pada tahun 2021 di sekitar 3.000 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil.
Dengan demikian, yang sebenarnya terjadi adalah upaya penerapan Kurikulum Merdeka secara nasional, bukanlah penggantian dengan Kurikulum Nasional. Proses ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikbud Ristek untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui penyusunan kurikulum yang lebih relevan dan efektif.
Sebagai informasi tambahan, foto yang dimuat dalam unggahan media sosial tersebut adalah gambaran kegiatan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka di salah satu sekolah di Indonesia.