Hikmah : Selasa, 27 Februari 2024 12:28

BUKAMATA - Indonesia secara resmi telah menjadi pemegang saham mayoritas di PT Vale Indonesia Tbk melalui perusahaan holding BUMN, MIND ID, dengan kepemilikan sebesar 34%.

Hal ini mengakibatkan pembatalan perjanjian block voting antara Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM).

"Block voting sudah tidak berlaku, sudah dibatalkan," kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, dalam sebuah konferensi pers di Pullman, Jakarta pada Senin  kemarin.

Perjanjian block voting terjadi saat MIND ID memperoleh divestasi 20% saham Vale pada tahun 2020. Block voting memungkinkan SMM mengikuti keputusan VCL dalam menentukan rencana operasional Vale Indonesia.

"Dalam rangka keseluruhan transaksi divestasi, PT Vale mengkonfirmasi adanya kesepakatan block voting," kata Direktur Keuangan Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, dalam sebuah siaran pers pada Kamis (31/8/2023). Namun, semua perubahan terhadap perjanjian block voting sepenuhnya menjadi kewenangan para pemegang saham.

Sebagai syarat untuk melanjutkan program divestasi, MIND ID mensyaratkan pembatalan block voting. Sebelumnya, VCL memiliki 43,79% saham Vale Indonesia, sementara SMM memiliki 15,03%. Setelah divestasi, MIND ID kini memiliki 34% saham, sementara VCL turun menjadi 33,88% dan SMM menjadi 11,48%. Sementara itu, kepemilikan saham publik menjadi 20,63%.

Dalam divestasi saham tahun 2024 ini, harga saham disepakati sebesar Rp 3.050 per lembar, dengan nilai investasi sekitar US$ 300 juta.

Semua langkah ini menandai penguatan posisi Indonesia dalam mengelola perusahaan pertambangan besar seperti Vale Indonesia.

TAG

BERITA TERKAIT