BUKAMATA - Raksasa telekomunikasi asal Jerman, Deutsche Telekom, telah menggebrak dunia teknologi dengan memperkenalkan konsep smartphone masa depan yang sepenuhnya bergantung pada kecerdasan buatan (AI).
Konsep revolusioner ini, jika terwujud, dapat mengguncang dominasi aplikasi seperti WhatsApp dan Google yang selama ini menjadi tonggak utama penggunaan smartphone.
Dalam pemaparannya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2024 di Barcelona, Spanyol, CEO Deutsche Telekom, Tim Hoettges, memaparkan visi ambisius ini.
Menurutnya, konsep smartphone masa depan, yang disebut 'T-Phone', akan menghilangkan kebutuhan akan aplikasi-aplikasi yang kini menjadi tulang punggung penggunaan smartphone.
"Showcase ini menunjukkan bahwa Deutsche Telekom percaya pada potensi besar model bahasa yang sebentar lagi akan terintegrasi ke dalam perangkat mobile. Hal ini akan meningkatkan dan menyederhanakan kehidupan para pelanggan," ungkap perusahaan itu.
Dalam konsep ini, Deutsche Telekom berkolaborasi dengan perusahaan chip Qualcomm dan Brain untuk menghadirkan sistem AI canggih yang akan menangani semua kebutuhan pengguna secara langsung, tanpa perlu lagi melalui aplikasi-aplikasi pihak ketiga.
Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh rekomendasi perjalanan, belanja produk, mengirim gambar dan video ke kontak, dan masih banyak lagi, hanya dengan bermodalkan prompt ke AI.
Meskipun masih dalam tahap konsep, visi ini menarik perhatian banyak pihak. Namun, skeptisisme juga muncul terkait kemungkinan teknologi ini benar-benar menggantikan aplikasi-aplikasi yang sudah mapan seperti WhatsApp dan Google.
Para peserta MWC 2024 juga menyaksikan perusahaan telekomunikasi dan teknologi lainnya memamerkan inovasi berbasis AI, menandakan potensi besar teknologi ini dalam menggenjot bisnis teknologi yang relatif lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Apakah konsep revolusioner ini benar-benar akan menggantikan dominasi Google dan WhatsApp seperti yang dijanjikan? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti, era baru dalam penggunaan smartphone sepertinya sudah di depan mata.