Hikmah : Jumat, 16 Februari 2024 12:36

BUKAMATA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPPR) menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel dengan nilai sebesar Rp 140 triliun - 160 triliun pada tahun ini.

Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPPR Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, target penerbitan SBN pada 2024 meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai sekitar Rp 147 triliun dan tahun 2022 sekitar Rp 107 triliun.

"Penerbitan SBN ritel tahun 2023 meningkat dibandingkan tahun 2022 sekitar Rp 107 triliun. Atau sekitar 38%-39% peningkatannya di tahun 2023 dibandingkan 2022. Maka di tahun 2024 ini, kami targetnya bisa naik antara Rp 140-160 triliun," kata Deni dikutip dari Antara, Jumat 16 Februari 2024.

Deni menambahkan, bahwa pemerintah pada tahun ini akan menerbitkan total tujuh SBN ritel, terdiri dari dua seri Obligasi Negara Ritel (ORI), satu seri Savings Bond Ritel (SBR), dua sukuk ritel, dan dua sukuk tabungan.

"Rencananya setelah ORI025, kami akan menerbitkan sukuk ritel. Mungkin di awal Maret, kami akan mulai menawarkan yang sukuk ritel," ujar dia.

Menurut Deni, penerbitan SBN ritel bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara, sekaligus memberikan alternatif investasi yang aman dan menguntungkan bagi masyarakat.

Selain itu, penerbitan SBN ritel juga dapat mendukung pengembangan pasar keuangan domestik dan diversifikasi sumber pembiayaan negara.

Deni mengharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berinvestasi di SBN ritel, yang menawarkan imbal hasil yang kompetitif dan berbagai manfaat lainnya, seperti bebas pajak, mudah diakses, dan dapat dijadikan jaminan kredit.

"Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penerbitan SBN ritel ini. Ini adalah bentuk dukungan masyarakat kepada negara, sekaligus mendapatkan keuntungan dari investasi yang aman dan menguntungkan," tutup Deni.

 

BERITA TERKAIT