Hikmah
Hikmah

Kamis, 08 Februari 2024 13:25

Gara-gara Aksi Boikot, Laba Bersih Unilever Anjlok 10,5 Persen

Gara-gara Aksi Boikot, Laba Bersih Unilever Anjlok 10,5 Persen

Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Vivek Agarwal, mengungkapkan dampak seruan boikot terhadap produk atau perusahaan yang terafiliasi dengan Israel memengaruhi kinerja perseroan pada kuartal IV 2023.

BUKAMATA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun pada tahun 2023, mengalami penurunan 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,3 triliun.

Penurunan tersebut dipicu oleh penurunan penjualan bersih sebesar Rp 38,61 triliun, turun 7,3% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 41,2 triliun pada 2022.

Dilansir dari Katadata.co.id, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan bahwa penjualan ke pasar dalam negeri juga mengalami penurunan sebesar 5,07% secara year on year (yoy) menjadi Rp 37,40 triliun.

Sementara nilai ekspor turun 30,8% menjadi Rp 1,20 triliun.

Untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), Unilever Indonesia akan mengalokasikan 2,4% hingga 2,5% dari total pendapatan tahun 2023.

Capex sebesar Rp 930 miliar hingga Rp 970 miliar akan digunakan untuk investasi mendukung pertumbuhan bisnis.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Vivek Agarwal, mengungkapkan dampak seruan boikot terhadap produk atau perusahaan yang terafiliasi dengan Israel memengaruhi kinerja perseroan pada kuartal IV 2023.

Penurunan terbesar terjadi pada November dan Desember 2023, yang menyebabkan penjualan domestik di 2023 mengalami penurunan 5,2%.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.