Hikmah : Kamis, 01 Februari 2024 13:54

MAKASSAR,BUKAMATA - Bulan Januari 2024 memberikan gambaran mengenai tingkat inflasi yang stabil di Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) mencapai 0,36%, sedangkan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,38%, dan inflasi year-to-date (y-to-d) juga sebesar 0,36%.

Inflasi y-on-y di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Januari mencapai 2,38% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,35. Kabupaten Wajo mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 4,78% dengan IHK 106,03, sedangkan Kota Palopo mencapai inflasi terendah sebesar 2,10% dengan IHK 104,70.

Pada tingkat month-to-month (m-to-m), kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama dengan andil sebesar 0,27%. Beberapa komoditas seperti tomat, bawang merah, daging ayam ras, ikan layang/ikan benggol, dan beras menjadi kontributor signifikan terhadap kenaikan harga pada kelompok ini.

Sementara itu, dalam perspektif year-on-year (y-on-y), kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tetap menjadi penyumbang utama dengan andil 1,49%. Beras kembali menjadi komoditas yang berperan besar dalam peningkatan harga pada kelompok ini.

Di samping itu, kelompok Transportasi dengan andil 0,20% juga memberikan kontribusi signifikan, terutama melalui kenaikan harga angkutan udara.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga turut berkontribusi dengan andil 0,18%, di mana emas perhiasan menjadi komoditas yang mempengaruhi kenaikan harga pada kelompok ini.

Meskipun tingkat inflasi Sulawesi Selatan masih terkendali, perhatian terus diarahkan pada kelompok makanan yang menjadi penyumbang utama, mengingat pengaruhnya terhadap kestabilan harga di tingkat provinsi. 

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan gencar menggelar pasar murah dimana salah satu komoditas yang di siapkan pemerintah adalah beras. Pasar murah ini sudah digelar di sejumlah kabupaten di Sulsel. 

 

TAG

BERITA TERKAIT