BUKAMATA - Chairman Toyota Motor Corporation (TMC), Akio Toyoda, muncul dan turun langsung untuk meminta maaf kepada seluruh pelanggan sebagai respons atas skandal manipulasi uji mesin diesel yang menimpa perusahaannya.
Toyoda menyampaikan permintaan maaf tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media televisi Jepang, NHK, di sebuah hotel di Davos, Swiss.
"Saya sangat menyesal," ujar Akio Toyoda, cucu dari pendiri perusahaan, Kiichiro Toyoda, yang kini menjabat sebagai Chairman TMC.
Dalam pernyataannya, Toyoda mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait manipulasi uji mesin diesel yang dilakukan pada 10 model kendaraan.
Meskipun Toyoda menyatakan bahwa perusahaannya sedang melakukan investigasi, ia memastikan bahwa Toyota menganggap pelanggan sebagai prioritas dan menjamin keselamatan mereka.
"Sesungguhnya kami menganggap pelanggan kami sebagai prioritas, dan kami menjamin keselamatan mereka," katanya, berharap dapat segera memberikan penjelasan kepada para pelanggan.
Sebagai tanggapan terhadap penarikan (recall) sembilan juta mobil di seluruh dunia, Toyoda mengungkapkan bahwa perusahaan tengah berusaha meredam reaksi konsumen yang muncul akibat skandal ini.
Meskipun Toyoda irit bicara dalam wawancara tersebut, dia berjanji untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada pelanggan Toyota.
Sebagai langkah konkrit, Toyota dikabarkan akan memasang iklan satu halaman penuh di 25 kota pada hari Minggu dan Senin mendatang untuk menjelaskan rencana perbaikan terkait cacat yang ditemukan pada delapan model kendaraannya.
Perusahaan juga sedang menunggu persetujuan pemerintah federal untuk pedal akselerator yang didesain ulang oleh pemasoknya, CTS.
Skandal yang mencuat dari Hino Motors, anak perusahaan Toyota, yang mengaku melakukan manipulasi data emisi sejak 2003, telah mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap Toyota Group. Toyoda berharap masyarakat dapat mempercayai perusahaan mereka dan menekankan komitmen Toyota terhadap keamanan pelanggan.
Rangkaian skandal juga melibatkan Toyota Industries Corporation (TICO), yang baru-baru ini melaporkan indikasi penyimpangan sertifikasi terhadap tiga mesin kendaraan yang diproduksi ke induk perusahaan. Kasus ini bermula dari penemuan keanehan pada mesin forklift dan mesin konstruksi.
Sebelumnya, Daihatsu Motor Co, anak perusahaan Toyota, juga terlibat dalam skandal serupa dengan 174 kasus kecurangan yang dilaporkan oleh komite independen pada Desember 2023.
Daftar model Toyota dengan mesin diesel yang terdampak skandal mencakup beberapa model seperti Land Cruiser Prado, HiAce, Grance, Bongo Brawny Van, Dyna, Dutro, Hilux, Fortuner, Innova, Land Cruiser 300, dan Lexus LX500d.