Munafri Tegaskan Dukungan Penuh Program Presiden di Rakornas 2026
02 Februari 2026 19:38
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berencana menambahkan Biotel pada Bahan Bakar Nabati (BBN) dengan kadar bioetanol 20% (E20) di tahun 2024
BUKAMATA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan kadar campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) bioetanol sebesar 20% (E20) pada tahun 2024.
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Anggota BPH Migas, Saleh Abdurrahman, menjelaskan bahwa campuran E20 tidak hanya akan diperkenalkan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Non PSO seperti Pertamax, tetapi juga akan dimasukkan ke dalam BBM jenis PSO seperti Pertalite.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, campuran E20 diwajibkan dalam BBM, baik yang termasuk dalam kategori PSO maupun Non PSO.
"Tahun depan sesuai Permen ESDM No 12 tahun 2015 itu sudah harus 20% apa kandungan bioetanol kita di dalam itu di dalam istilah dari campuran PSO maupun non PSO. Jadi non PSO apa itu yang seperti Pertamax, Pertamax Dex, maupun yang PSO Pertalite itu juga sudah harus mengandung komponen E20," ungkap Saleh dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia.
Namun, Saleh juga mengakui bahwa kondisi infrastruktur, pemasok bahan baku, dan produksi saat ini masih belum optimal. Potensi pemanfaatan fasilitas pabrik fuel-grade ethanol baru mencapai 60 ribu kiloliter dari empat perusahaan, namun produksi yang dapat dilakukan baru mencapai 40 ribu KL.
"Keterbatasan suplai ini menjadi persoalan karena Pertamina tidak bisa melakukan ekspansi secara total. Oleh karena itu, opsi yang perlu dipertimbangkan adalah melakukan impor bahan baku bioetanol," tambahnya.
Meskipun impor bahan baku bioetanol menjadi salah satu opsi, Saleh menekankan bahwa ini dapat menjadi langkah positif dalam mendukung portofolio energi terbarukan. Dengan demikian, langkah ini akan menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan bioetanol dalam BBM.
Saat ini, pemerintah dan badan usaha terus mempertimbangkan berbagai strategi untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan energi terbarukan dan ketersediaan bahan baku dalam mengimplementasikan peningkatan kadar campuran bioetanol E20.
02 Februari 2026 19:38
02 Februari 2026 18:00
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43