Hikmah
Hikmah

Selasa, 30 Januari 2024 12:01

Elon Musk Umumkan Neuralink Berhasil Tanamkan Chip Pertama ke Otak Manusia

Elon Musk Umumkan Neuralink Berhasil Tanamkan Chip Pertama ke Otak Manusia

Elon Musk mengumumkan pencapaian terbaru Neuralink dengan penanaman chip pertama ke otak manusia.

 

BUKAMATA - Elon Musk, miliarder pendiri Neuralink, mengumumkan pada hari Senin  bahwa pasien manusia pertama telah menerima implan dari startup chip otak pada hari Minggu dan pulih dengan baik.

"Hasil awal menunjukkan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan," ungkap Musk dalam postingan di platform media sosial X.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS memberikan izin kepada Neuralink tahun lalu untuk melakukan uji coba pertama mengenai implannya pada manusia.

Produk pertama dari Neuralink akan diberi nama Telepati, demikian disampaikan Musk dalam postingan terpisah di X.

Studi PRIME yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah uji coba antarmuka otak-komputer nirkabel untuk mengevaluasi keamanan implan dan robot bedah. Studi ini akan menilai fungsionalitas antarmuka, memungkinkan orang dengan quadriplegia atau kelumpuhan keempat anggota badan untuk mengontrol perangkat dengan pikiran mereka, menurut situs web perusahaan.

Neuralink membuka perekrutan studi uji coba pada September lalu. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan belum memberikan tanggapan terkait permintaan Reuters untuk rincian lebih lanjut.

Namun, Neuralink telah menghadapi panggilan untuk pengawasan terkait protokol keamanannya. Pada awal bulan ini, Reuters melaporkan bahwa perusahaan ini didenda karena melanggar peraturan Departemen Transportasi AS (DOT) mengenai pergerakan bahan berbahaya.

Pada November tahun lalu, empat anggota parlemen AS meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk menyelidiki apakah Musk melakukan penipuan sekuritas dengan diduga menyesatkan investor tentang keamanan implan otak yang dikembangkan oleh Neuralink.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.