Hikmah
Hikmah

Kamis, 25 Januari 2024 12:40

Kondisi hutan hujan Amazon setelah kebakaran akibat kekeringan dan panas ekstrim
Kondisi hutan hujan Amazon setelah kebakaran akibat kekeringan dan panas ekstrim

Kekeringan Amazon Diperkirakan Memburuk pada 2024, Ribuan Kehidupan Terancam

Perubahan iklim menjadi pemicu utama rekor kekeringan di hutan hujan Amazon, mengakibatkan sungai mengering dan membunuh lumba-lumba dan ribuan ikan lain.

BUKAMATA - Kekeringan yang melanda sembilan negara di hutan hujan Amazon, termasuk Brasil, Kolombia, Venezuela, dan Peru, dipicu oleh perubahan iklim yang membuat sungai mengering.

Analisis World Weather Attribution menunjukkan pemanasan global membuat kekeringan 30 kali lebih mungkin. Kondisi diperkirakan memburuk pada 2024 setelah musim hujan surut pada Mei.

Para ilmuwan menyoroti urgensi perlindungan Amazon, yang disebut sebagai hutan hujan terbesar di dunia dan berperan penting dalam mengendalikan perubahan iklim.

Kekeringan telah menurunkan permukaan air sungai ke titik terendah, mengancam ekosistem dan mengakibatkan krisis kesehatan bagi masyarakat setempat.

Regina Rodrigues, peneliti di Universitas Federal Santa Catarina di Brasil, menyatakan keprihatinan terhadap kesehatan hutan Amazon.

"Kita seharusnya sangat khawatir dengan kesehatan hutan Amazon," katanya.

Kebakaran Hutan dan Nasib Kehidupan Liar

Penelitian menunjukkan bahwa kekeringan dapat memperburuk kebakaran hutan, terutama jika dikombinasikan dengan perubahan iklim dan deforestasi.

Hal ini dapat mempercepat proses keringnya Amazon, mengubahnya dari hutan hujan subur menjadi ekosistem yang tidak dapat mendukung kehidupan.

Pemanasan berkala di Samudera Pasifik Timur, dikenal sebagai El Nino, juga ikut berkontribusi pada penurunan curah hujan.

Meskipun tidak menyebabkan suhu yang lebih tinggi, El Nino memiliki dampak serius pada lembah Amazon. Rodrigues menyebut cakupan kekeringan kali ini belum pernah terjadi sebelumnya dan merambah ke seluruh lembah Amazon.

Kekeringan Sungai

Di Brasil, anak sungai utama Amazon mencapai titik terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1902, dengan aliran-aliran kecil hampir menghilang.

Kondisi ini memaksa penduduk untuk melakukan perjalanan besar, menyeberangi sungai yang kering untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Simphiwe Stewart, peneliti Red yang berbasis di Belanda, menggambarkan situasi sulit di mana saluran air mengering dalam hitungan bulan.

"Orang-orang terpaksa melakukan perjalanan besar, menyeret perahu melintasi bagian sungai yang kering untuk mendapatkan makanan, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya."katanya.

Kematian Lumba-lumba dan Ribuan Ikan

Dampak kesehatan lingkungan yang menghancurkan terlihat dari kematian sedikitnya 178 lumba-lumba sungai Amazon berwarna merah muda dan abu-abu yang terancam punah tahun lalu.

Tingkat air yang rendah dan suhu yang tinggi menjadi penyebab utama, sementara ribuan ikan juga mati akibat rendahnya kadar oksigen di anak-anak sungai Amazon.

Para peneliti menekankan bahwa perlindungan terhadap hutan Amazon dan upaya global untuk mengurangi pemanasan global menjadi kunci untuk mencegah kekeringan lebih lanjut dan menjaga keseimbangan ekosistem yang sangat penting bagi planet kita.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.