Hikmah : Rabu, 17 Januari 2024 14:08

BUKAMATA - Shell dilaporkan menghentikan pengiriman melalui Laut Merah sebagai respons terhadap serangan kelompok Houthi di wilayah tersebut, yang mengekspresikan solidaritas terhadap warga Gaza, Palestina. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran atas risiko eskalasi konflik.

Dilansir oleh Wall Street Journal, Shell telah menghindari rute tercepat ke Eropa melalui Terusan Suez untuk batas waktu yang belum ditentukan. Namun, saat dimintai konfirmasi, Shell menolak untuk memberikan komentar terkait langkah ini.

Berdasarkan laporan dari Sky News pada Rabu 17 Januari 2024, banyak perusahaan mengkhawatirkan bahwa serangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Inggris terhadap Houthi di Yaman dapat memicu eskalasi lebih lanjut, yang berpotensi membahayakan kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut.

Selain itu, ada risiko konflik regional yang dapat meluas. Serangan Houthi telah mengakibatkan gangguan perdagangan global sejak November tahun lalu.

Dua kapal dilaporkan terkena hantaman rudal di Laut Merah, meskipun ada pasukan AS yang melindungi pelayaran. MT Zografia, kapal curah kosong asal Yunani, dilaporkan tertembak saat berlayar dari Vietnam menuju Israel, dan Gibraltar Eagle yang berbendera Kepulauan Marshall juga terkena rudal, menyebabkan kebakaran di ruang kargo.

Kementerian Pelayaran Yunani memastikan bahwa 24 awak kapal selamat tanpa luka. Sementara itu, konsekuensi dari konflik ini juga dapat mengganggu pemulihan inflasi, terutama bagi Eropa, mengingat sekitar 12% perdagangan global melintasi Laut Merah.

Yuvraj Narayan, Kepala Keuangan operator pelabuhan dan pengangkutan DP World, menyatakan bahwa gangguan ini dapat memberikan dampak serius pada Eropa, menyebutkan bahwa harga barang ke Eropa dari Asia diperkirakan akan melonjak.

"Konsumen Eropa akan merasakan dampaknya. Hal ini akan lebih berdampak pada negara maju dibandingkan negara berkembang," ungkapnya. Sebelumnya, BP juga telah mengambil keputusan serupa untuk mengalihkan rute pengiriman mereka sebelum Natal 2023, yang diperkirakan akan memberikan dampak pada biaya tambahan beberapa minggu atau bulan mendatang.

TAG

BERITA TERKAIT