BUKAMATA - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, baru-baru ini mengajak negara-negara Muslim untuk memberikan dukungan senjata kepada militan Palestina di tengah konflik yang terus berkecamuk di Jalur Gaza dengan Israel.
Haniyeh menekankan perlunya dukungan tersebut seiring kelompoknya terus melibatkan diri dalam pertempuran melawan pasukan Israel.
Dengan menggarisbawahi keprihatinan terhadap pengaruh asing, Haniyeh mengkritik negara-negara yang menyuplai senjata kepada Israel.
Ia mendorong negara-negara Muslim untuk menyediakan persenjataan guna seimbangkan kekuatan dengan perlawanan Palestina.
Seruan ini muncul di tengah berlanjutnya bentrokan di Gaza, tanpa adanya solusi yang jelas.
Kementerian Kesehatan di Gaza, yang berada di bawah kendali Hamas, melaporkan jumlah korban yang mengenaskan sebanyak 23.210 orang sejak konflik meletus pada 7 Oktober.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 126 kematian, sehingga total korban luka mencapai 59.167.