MAKASSAR,BUKAMATA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menyetop operasional 34 armada Teman Bus Trans Mamminasata di Makassar, Sulawesi Selatan, dan mengalihkannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Keputusan ini diambil karena selama dua tahun beroperasi, 34 armada tersebut tidak memenuhi ekspektasi, dengan indikator low factor yang masih berada di kisaran 38 persen.
Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel, Bahar Latif, menjelaskan bahwa meskipun diluncurkan pada akhir 2021 sebagai stimulan, operasional Teman Bus Trans Mamminasata belum mencapai harapan yang diinginkan. Oleh karena itu, Kemenhub memutuskan untuk mencabut subsidi dan mengalihkan 34 armada tersebut ke IKN di Balikpapan.
Armada yang sebelumnya disetop operasionalnya di Sulsel kini disimpan di Cibitung, sambil menunggu kebijakan lanjutan dari Kemenhub mengenai operasionalnya di ibu kota baru.
Bahar Latif menegaskan bahwa IKN sangat membutuhkan angkutan umum, dan pengalihan armada tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di tahap awal pembangunan IKN di Balikpapan.
Selain itu, 74 orang pramudi dari 34 armada yang disetop operasionalnya di Sulsel di-PHK. Nasib mereka masih menunggu kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan dipindahkan ke IKN jika operasional busnya telah berlangsung di sana.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa Teman Bus Trans Mamminasata selama tahun 2023 mengalami kerugian finansial yang signifikan. Meskipun disubsidi sebesar Rp 80 miliar, pendapatan yang diperoleh hanya Rp 3,6 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, meminta agar Kemenhub melanjutkan operasional Teman Bus Trans Mamminasata, tetapi dengan manajemen yang lebih baik agar dapat menghasilkan pendapatan yang sesuai dengan subsidi yang diberikan.
Pemprov Sulsel menilai bahwa kebijakan tersebut tidak menguntungkan dan meminta agar pusat yang mengelola jika cocok.