Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global, terutama yang terkait dengan mitra dagang utama seperti China.
BUKAMATA - Aktivitas manufaktur di China mengalami penurunan dan kembali berada di zona kontraksi, mencapai level 49 untuk Desember 2023.

Penurunan ini memicu kekhawatiran global, termasuk bagi Indonesia, yang merupakan mitra dagang ekspor utama. Dalam konteks ini, perlu diperhatikan beberapa aspek terkait dampak dan langkah-langkah yang mungkin diperlukan.
Penurunan Aktivitas
PMI manufaktur NBS China mencapai 49 untuk Desember 2023, menurun dari 49,4 pada bulan sebelumnya. Kontraksi ini terjadi selama tiga bulan berturut-turut, menunjukkan pemulihan ekonomi yang lemah. Faktor penyebab meliputi pelemahan sektor properti, risiko deflasi, dan tantangan global yang meningkat.
Upaya Pemerintah
Pemerintah China telah meluncurkan langkah-langkah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan dijadikan prioritas politik utama, dengan fokus pada pengembangan ekonomi stabil pada tahun 2024.
Proyeksi Pertumbuhan China:
Diperkirakan bahwa China akan mengumumkan target pertumbuhan PDB sekitar 5% untuk 2024, serupa dengan tahun 2023. Tantangan struktural yang belum teratasi dapat terus membatasi potensi pertumbuhan China.
Dampak Bagi Indonesia:
China adalah mitra dagang ekspor terbesar Indonesia, dan penurunan aktivitas manufaktur dapat berdampak negatif. Data ekspor non-migas Indonesia ke China Januari-Oktober 2023 turun 0,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus neraca perdagangan Indonesia mengecil karena penurunan ekspor dan pertumbuhan impor yang lebih kencang.
Defisit Transaksi Berjalan:
Penipisan surplus neraca perdagangan dapat mempengaruhi transaksi berjalan Indonesia yang defisit.
Defisit transaksi berjalan bisa memberikan kesan negatif dan memperburuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global, terutama yang terkait dengan mitra dagang utama seperti China.
Langkah-langkah kebijakan yang tepat dan dukungan terhadap sektor ekspor dapat menjadi kunci untuk mengatasi potensi dampak negatif.
17 Mei 2026 23:52
17 Mei 2026 21:51