BUKAMATA - Sebanyak empat provinsi di China, yaitu Zhejiang, Shandong, Liaoning, dan Hebei, telah mengeluarkan kebijakan larangan bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak menggunakan iPhone.
Larangan ini juga berlaku bagi perusahaan yang terafiliasi atau bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di wilayah tersebut.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, mendorong penggunaan teknologi lokal, dan membatasi penggunaan produk-produk asing di sektor pemerintahan. Hebei, yang merupakan tempat operasional pabrik iPhone, turut menerapkan larangan ini.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan China untuk meningkatkan kedaulatan teknologi dan mendukung produk lokal. Pemerintah China terus mendorong penggunaan teknologi buatan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk asing.
Isu pemblokiran iPhone di China telah mencuat sejak beberapa waktu lalu, terutama saat peluncuran seri iPhone 15 oleh Apple.
Hubungan ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) juga ikut memengaruhi situasi ini, dengan AS dan sekutunya berupaya membendung akses terhadap peralatan yang mendukung industri chip China.
Ponsel pintar iPhone dari Apple telah lama mendominasi pasar premium di China, menyumbang sekitar 19 persen dari pendapatan perusahaan teknologi tersebut.
Sementara itu, Beijing juga mendorong lembaga pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta untuk beralih menggunakan perangkat lunak dan teknologi lokal guna mendukung ekosistem industri dalam negeri.