Hikmah : Kamis, 21 Desember 2023 13:16

 

BUKAMATA - Angela Moran, seorang anggota parlemen yang mewakili daerah Oxford West dan Abingdon, menggambarkan tragedi kemanusiaan yang dialami oleh sekitar 300 orang, termasuk anak-anak, di sebuah gereja di Gaza selama gempuran Israel menjelang perayaan Natal.

Moran memberikan kesaksian tentang situasi mencekam dan putus asa di dalam gereja saat agresi brutal Israel di Gaza terjadi. Ratusan orang mencari perlindungan di gereja tersebut, namun mereka harus menghadapi ancaman nyata ketika penembak jitu Israel mulai menembak dengan peluru-peluru mematikan.

"Situasinya memburuk secara besar-besaran dalam seminggu terakhir. Ada penembak jitu yang menargetkan orang-orang. Apa yang terjadi sungguh mengerikan," ujar Moran dalam wawancara dengan CNN.

Menurut Moran, dua perempuan dan seorang anak-anak menjadi korban jiwa akibat penembakan tersebut. Mereka yang berada di gereja merupakan umat Kristen yang mencari perlindungan menjelang perayaan Natal, dan mereka telah tinggal di sana selama lebih dari 60 hari.

Moran juga mencatat bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memberi informasi kepada mereka untuk mengungsi, namun tidak jelas alasan dan destinasi pengungsian yang disarankan. "Tidak ada penjelasan mengapa atau di mana - tidak ada gereja lagi di luar Kota Gaza," tambah Moran.

Kejadian tragis ini menambah catatan hitam terkait konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah dan menimbulkan keprihatinan mendalam atas keselamatan warga sipil yang berada di tengah-tengah krisis.

TAG

BERITA TERKAIT