Bungkam Juku Eja di Parepare, Persib Bandung Amankan Tiga Poin Krusial!
17 Mei 2026 21:51
"Infeksi bakteri Shigella terjadi melalui kontak langsung antar individu atau melalui makanan,” kata Brosh.
BUKAMATA- Tentara Israel yang ditempatkan di Jalur Gaza dilaporkan menderita wabah penyakit pencernaan dan keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Shigella.

Kabar ini disampaikan oleh media Israel, Yedioth Ahronoth, yang mencatat peningkatan tidak biasa dalam kasus penyakit usus di kalangan tentara.
Sejak serangan Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober, banyak restoran dan individu menyumbangkan makanan kepada pasukan Israel.
Kemungkinan terkontaminasi selama persiapan, transportasi, atau penyimpanan makanan, banyak tentara mengalami gejala keracunan makanan, termasuk diare parah dan suhu tinggi.
Tal Brosh, direktur Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Umum Assuta di Ashdod, mengungkapkan bahwa telah terjadi infeksi bakteri Shigella, penyebab gastroenteritis, di antara tentara. Infeksi ini dapat menyebar melalui kontak langsung antar individu atau melalui makanan.
"Infeksi bakteri Shigella terjadi melalui kontak langsung antar individu atau melalui makanan,” kata Brosh.
Dia juga menyebutkan bahwa infeksi menyebar di antara 10 tentara di kompi infanteri dengan gejala seperti demam tinggi hingga 40 derajat Celcius dan diare setiap 20 menit.
Brosh menekankan bahwa kondisi tersebut membuat tentara tidak lagi sehat untuk berperang, meningkatkan risiko kematian.Sejak awal perang di Jalur Gaza, lebih dari 17.000 orang tewas, termasuk 8.000 anak-anak.
Bakteri Shigella dapat menyebabkan penyakit serius disentri, dengan gejala seperti demam, diare berdarah atau berkepanjangan, kram perut, dan dehidrasi. Risiko kematian meningkat ketika bakteri memasuki aliran darah, khususnya pada individu dengan kesehatan yang lemah seperti anak-anak, penderita HIV, diabetes, atau kanker.
17 Mei 2026 08:26
17 Mei 2026 08:32
17 Mei 2026 16:45
17 Mei 2026 21:51