Hikmah : Selasa, 12 Desember 2023 11:41

BUKAMATA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkap sejumlah rencananya terkait Jalur Gaza Palestina dalam rapat tertutup bersama parlemen Knesset. Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus melancarkan agresinya sampai milis Hamas mengalami kekalahan.

Dalam transkrip pernyataannya yang bocor ke beberapa media Ibrani, Netanyahu juga mencoba mencegah Otoritas Palestina mengambil kendali Jalur Gaza setelah agresi Israel berhenti. Ia menyatakan bahwa setelah perang, Jalur Gaza akan berada di bawah kontrol militer Israel, tetapi urusan administratif akan diurus oleh "otoritas sipil."

"Setelah perang, sebuah administrator sipil akan beroperasi di Gaza, dan Jalur Gaza akan direhabilitasi di bawah kepemimpinan negara Teluk Arab. Kami tidak akan menyerah pada tekanan internasional," ujar Netanyahu.

Netanyahu juga menyamakan Otoritas Palestina dengan Hamas, menganggap keduanya memiliki niat untuk menghancurkan Israel.

Menurutnya, perbedaan utama adalah bahwa Hamas ingin melakukannya segera, sementara Otoritas Palestina berencana melakukannya dalam beberapa tahap.

Sementara itu, Netanyahu mengklaim bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan mendukung rekonstruksi Jalur Gaza setelah berakhirnya konflik Israel-Hamas sejak 7 Oktober lalu.

Namun, klaim ini belum jelas dan belum ada indikasi publik dari negara Teluk Arab yang bersedia membiayai rehabilitasi Jalur Gaza.

Dalam rapat itu, Komite Hubungan Luar Negeri Knesset menekan Netanyahu terkait rencananya, sementara ia sendiri meminta Dewan Keamanan Nasional Israel menyusun opsi terkait rencana di Gaza pasca-agresi.

Netanyahu menyebut perlunya "proses de-Nazifikasi" untuk Gaza, serupa dengan yang dilakukan oleh Jerman dan Jepang setelah Perang Dunia.

Agresi Israel di Jalur Gaza telah mencapai tingkat kebrutalan sejak gencatan senjata berakhir tanpa diperpanjang akhir bulan lalu. Lebih dari 18.200 orang dilaporkan tewas akibat gempuran brutal Israel, dengan sebagian besar korban termasuk anak-anak dan perempuan.