BUKAMATA -- Ribuan ton ikan sarden dan makerel mati terdampar di pantai Jepang utara di sekitar pelabuhan perikanan Toi di Hakodate selatan, Pulau Hokkaido baru-baru ini.
Mengutip dari The Associated Press, Senin (11/12/23), ribuan ton ikan sarden dan makerel yang mati terdampar itu menutupi garis pantai sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Penduduk lokal mereka tak pernah melihat kejadian seperti itu.
Sementara itu, pemerintah setempat pada Jumat (8/12/23), mengatakan sedang menyelidiki penyebab kematian massal ikan tersebut dan mencari solusi untuk memindahkan ikan-ikan tersebut. Selain itu, pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan-ikan tersebut.
Mulai Sabtu (9/12) lalu, pejabat pemkot akan berkoordinasi dengan nelayan setempat dan Biro Promosi Regional Oshima di Prefektur Hokkaido untuk membersihkan daerah tersebut dan membuang bangkai ikan tersebut.
Peneliti dari Institut Penelitian Perikanan Hakodate, Takashi Fujioka mengaku pernah mendengar fenomena serupa sebelumnya, namun baru pertama kali melihatnya.
Dia mengatakan ikan-ikan tersebut mungkin dikejar ikan yang lebih besar sehingga kelelahan karena kekurangan oksigen saat bergerak dalam kelompok yang padat, dan tersapu ombak.
Atau, katanya, ikanIkan tersebut juga mungkin tiba-tiba memasuki perairan dingin selama migrasi.
Selain itu dia memperingati ribuan ikan yang membusuk dapat menurunkan kadar oksigen di dalam air dan mempengaruhi lingkungan laut.
"Kami tidak tahu pasti dalam keadaan apa ikan-ikan ini terdampar, jadi saya tidak menyarankan untuk memakannya," kata Fujioka.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Qris Bisa Digunakan di Jepang 17 Agustus, Negara Lainnya Menyusul
-
PDAM Makassar Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Suido Technical Service Jepang
-
Jepang Bakal Perketat Imigrasi untuk Atasi Turis yang Tak Bayar Rumah Sakit
-
Mulai 2029, Wisatawan akan Diskrining Sebelum Kunjungi Jepang
-
Orang Jepang Tak Suka ke Luar Negeri, Hanya 17,5 persen yang Punya Paspor